Kota Semarang- Jateng, Trustmedia.id– Awak media menelusuri makam Adipati Pati yaitu Ki Ageng Panjawi/Ki ageng Penjawi yang berada di atas gunung jadi sekitar 458,6392947 meter, Selasa 16/1/2024.
Ari Eko Santoso (40) warga desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menunjukkan arah menuju makam.
Ia juga menuturkan bahwa di setiap tahun warga sekitar selalu melakukan Haul di bulan Soru tanggalan jawa.
Ari pun menyampaikan bahwa sangat disayangkan jalur menuju makam Ki Ageng Panjawi tidak tertata dengan rapih masih jalan berbatuan dan beberapa jalan rusak di gerbang lokasi mengarah makam.

Dari sejarah awak media himpun melalui Wikipedia bahwa Ki Ageng Panjawi merupakan Pendiri Kadipaten Pati.
Ki Panjawi atau Ki Ageng Penjawi adalah keturunan ke 5 dari Bhre Kertabhumi melalui garis ayahnya Ki Ageng Ngerang III, ibunya adalah Raden Ayu Panengah putri Sunan Kalijaga dari isteri putri Aria Dikara. Semasa anak-anak sampai dewasa Ki Panjawi menerima gemblengan ilmu keagamaan dan ilmu pemerintahan (ilmu tentang tata pemerintahan yang dikuasai oleh Walisongo adalah mengadopsi gaya khilafah atau kesultanan islam jajirah Arab), disamping mendapatkan bekal ilmu dari Sunan Kalijaga, Ki Panjawi juga mendapatkan bimbingan ilmu spiritual dari Nenek dan Kakek-buyutnya yang masih keturunan Sunan Ngadipala (Syekh Maulana Maghribi)Sunan Gresik.
Seperti halnya Sunan Kalijaga adalah anggota Walisongo yang dalam kegiatan lainnya menjadi Penasihat Raja/Kesultanan yang hidup di 3 generasi, Ki Penjawi juga selalu menjadi penasihat sahabat-sahabatnya yang juga kerabat dekatnya, seperti Ki Ageng Pamanahan, Panembahan Senopati, maupun murid-muridnya.
Ki Panjawi memilki putri yang bernama Putri Waskita Jawi yang menjadi permaisuri Panembahan Senopati dengan gelar Kanjeng Ratu Mas, jadi Ki Penjawi juga disamping sebagai penasihat Panembahan Senopati besama-sama Ki Juru Martani dan Ki Ageng Pemanahan, Ia juga mertua yang dihormati Panembahan Senopati. (RED/014.2024/JATENG/081311663908)










