Ribuan Warga Desa Penyangga Gelar Demo Aksi Damai Di Balai TNWK
Lampung Timur trust media.id
Ribuan petani dan warga menggelar aksi damai di Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Selasa (13/1). Mereka mengajukan sejumlah tuntutan diantaranya konflik gajah dengan manusia tak terjadi lagi.
Dengan menumpang puluhan truk, mobil pribadi dan roda dua, pengunjuk rasa berkumpul lebih dulu di salah satu lapangan tak jauh dari Balai TNWK. Selanjutnya, dengan long march sekitar seratus meter mereka tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati dan Dandim 0429 Letkol Inf. Danang Setiadji beserta ratusan personil mengawal langsung pengunjuk rasa.

Sambil membentangkan puluhan spanduk pengunjuk rasa berkumpul di luar Balai TNWK. Di atas kendaraan pik up Koordinator lapangan Budi Setiawan bersama anggota didampingi Kapolres dan Dandim lalu menyampaikan orasi.
Pada orasinya, Budi mewakili petani desa penyangga menyampaikan beberapa tuntutan yakni petani minta agar tak terjadi lagi konflik antara gajah dengan manusia. Lalu, pemerintah dalam hal ini pihak TNWK bertanggung jawab atas kerusakan tanaman palawija dan lainnya akibat dirusak gajah.
Kemudian, negara wajib mengganti kerugian atau santunan bagi korban yang menderita luka ringan, cacat permanen atau meninggal dunia akibat terjadinya konflik.
“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, jangan salahkan kami jika kami datang dalam jumlah lebih besar,”teriak warga Desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara itu.
Usai menyampaikan orasi, Kapolres dan Dandim minta peserta aksi damai dapat menahan diri dan menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan anarkis dalam bentuk apapun.
“Mari kita bersama-sana menjaga ketertiban, kenyamanan dan tak melakukan tindakan anarkis,” pesan Kapolres.
Satu jam kemudian, beberapa wakil pengunjuk rasa diminta masuk ruangan untuk dialog. Di ruang dialog, telah hadir Direktur Konservasi Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prapto Adji Prabowo, Kepala Balai TNWK Zaidi serta sejumlah pejabat setempat. Dialog yang dipandu Kompol Maryadi, Wakapolres Lampung Timur minta wakil petani menyampaikan aspirasinya.
Korlap Budi Setiawan dan wakil lainnya lalu menyampaikan sejumlah tuntutan seperti disampaikan saat orasi.
Direktur Konservasi Kawasan Hutan Kementerian KLH berjanji akan meneruskan ke Dirjen dan Menteri agar tuntutan petani segera direalisasikan. Begitu pula Kepala Balai TNWK Zaidi berjanji dan memastikan tak ada lagi galah liar merangsek peladangan atau permukiman. Selain itu, pihak TNWK juga berjanji akan mengganti segala kerugian tanam tumbuh yang dirusak satwa liar bertubuh tambun itu. (*)












