Lampung Tengah, Trustmedia.id– Ketua DPRD Lampung Tengah Sumarsono melakukan rembuk rakyat ke Way Seputih, Lampung Tengah.
Pada kesempatan itu, Sumarsono menjadi moderator dan berdialog bersama masyarakat di Taman Marhaen, Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah.
Sumarsono mengatakan, dialog tersebut sangat menarik karena narasumbernya adalah Menkopolhukam Mahfud MD.
Hadir pula dalam kesempatan itu Yenny Wahid, putri mendiang KH Abdurrahman Wahid dan turut menyertai Raja Lampung PYM Edward syah Pernong sebagai Ketua TPD Lampung.
“Kita berdialog dengan para petani, nelayan, para tokoh, dan emak-emak disana yang berjumlah lebih dari 300 orang,” ujarnya, (31.01.2024 Rabu).
Menurutnya, tahun-tahun mendatang Lampung Tengah harus lebih mensejahterakan rakyat kecil.
Sebab, banyak sekali potensi dan kekayaan alam ada disana. Terlebih hasil bumi dan produktivitas para petani yang melimpah.
Prof. Mahfud MD Cawapres 03, tidak dampingi Ganjar Pranowo Capres Nomor Urut 3.
Sehingga dengan diskusi tersebut, dirinya menampung aspirasi, dan berharap petani lebih sejahtera kedepannya.
“Kita optimis petani sejahtera dan berdaulat pangan, seperti keinginan Bung Karno,” katanya.
Terpisah Sumarsono menyebut, pertanian di Lampung Tengah banyak memberikan sumbangsih nasional untuk ketahanan pangan.
Seperti produksi padi dan singkong.
Namun masalahnya, kebijakan pemerintah pusat saat ini belum dapat mensejahterakan para petani.
Salah satu contoh, banyak petani yang tidak dapat pupuk subsidi.
Akhirnya banyak yang terpaksa beli pupuk non subsidi, harganya mahal, dan petani banyak berhutang.
“Pasokan pupuk subsidi tidak seimbang dengan kebutuhan petani, sehingga hasil panen kurang maksimal,” ujarnya.
Selain itu, ujarnya, dari hasil diskusi masih ada pengangguran yang perlu diberdayakan.
Bahkan, Sumarsono mendengar keluhan dari seorang Ibu, yang ingin anaknya mengenyam pendidikan tinggi, tapi tak punya biaya.
“Setidaknya untuk kedepan bisa diprogramkan 1 keluarga, 1 sarjana. Atau terbentuknya balai latihan kerja,” tutup ketua DPRD dari Fraksi PDIP itu. (Red/rilis.dbs)












