LSM Trinusa Tubaba : Dalih Beli Buku Lewat Online Oknum Guru SDN 35 Diduga Hanya Modus

LSM Trinusa Tubaba : Dalih Beli Buku Lewat Online Oknum Guru SDN 35 Diduga Hanya Modus

Tulang Bawang Barat, Trustmedia.id– Modus jual Beli Buku lewat online yang diduga dilakukan oleh seorang Oknum Guru sekolah Dasar (SDN) 35 candra jaya kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung menjadi polemik di keluhkan sejumlah wali murid.

Sejumlah wali murid mengatakan pembelian Buku LKS tersebut sebanyak 6 jenis buku sebesar Rp 60.000. pada rabu (20/9/2023).

“Anak saya menangis karena saya belum bisa membayar buku, karena diantara temannya sudah ada yang membeli,” keluh salah satu walimurid.

Menurut keterangan sejumlah
walimurid, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan ke guru wali kelas kalau dirinya tidak mampu membayar buku LKS tersebut.

“Saya itu tidak mampu membeli buku makan sehari-hari sulut tetapi wali kelas mengatakan kepada saya, buku itu untuk menambah pengetahuan belajar murid. Karena buku yang dari Dinas tidak cukup dan tidak lengkap.” bebernya.

Sementara saat dikonfirmasi Guru Wali Kelas di sekolah tersebut tidak menampik membenarkan jika murid dari kelas satu sampai kelas 6 jumlah murid 205. Hanya kelas satu yang membeli 3 buku.

“Kalau Kelas 3, 4 ,5 dan 6 per muridnya 6 buku per murid. Dalam jumlah harga Rp.10.000 per buku, tapi kami tidak menyuruh membeli, kami hanya bilang kalau beli buku dengan Ibu di rumahnya.” tuturnya.

Ditempat terpisah suami penjual buku saat dikonfirmasi membantah istrinya tidak terlibat dalam penjualan jual beli buku LKS.

“Saya tidak tau Mas kalau istri saya menjual buku, dia Ibu Rumah Tangga bukan tukang bisnis apalagi toko buku.  Saya kerja buruh kadang kerja kadang gak, darimana dia modal untuk mengadakan buku dan juga pasti saya tau kalau istri saya jual buku.” kata dia.

Dikonfirmasi di Rumah Penjual Buku membenarkan bahwa dirinya menjual berbagai jenis buku LKS kepada sejumlah siswa -siswi yang tengah menempuh pendidikan disekolah tersebut.

“Iya Mas memang Murid beli buku sama saya, karena saya lihat di online mengenai buku Ibu guru sudah mengetahuinya. Udah Mas udah tau kok Ibu Gurunya. Bahkan untuk setiap kelas dan jumlah buku untuk muridnya.” bebernya.

Menyikapi keluhan sejumlah wali murid soal pembelian buku LKS Kepala Sekolah setempat beralasan tidak mengetahui jika siswa -siswi disekolahnya membeli buku tersebut.

“Saya selaku Kepsek tidak ada laporan dari guru saya jika benar murid beli buku dengan jumlah seperti itu saya tidak tau mengetahui dan saya tidak bertanggung jawab, karena tiap bulan murid selalu diganti dengan buku baru. Buku yang sudah disiapkan,” elaknya.

Menyikapi keluhan dari wali murid mendapatkan kecaman dari Ketua DPC LSM Trinusa Tubaba Masdar yang belum lama telah ini di resmikan dilantik beberapa waktu lalu oleh pimpinan pusat.

“Terkait Murid membeli buku dengan cara membeli di rumah atau dengan Ibu Rumah Tangga bukan di toko buku apalagi murid membeli buku sudah ada jumlah banyaknya buku tiap kelas LSM Trinusa menduga kalau oknum guru Wali Kelas ada persengkongkolan atau modus.” tegasnya.

Dia menyatakan LSM Trinusa akan melaporkan mengenai pembelian Buku disetiap sekolah sudah di tanggung oleh Pemerintah.

“Jadi jangan dibebankan ke Wali Murid buat apa ada perpustakaan disekolah.  Bahan dan keterangan yang dihimpun LSM trinusa tubaba akan menjadi alat pendukung nantinya saat melaporkan Ke aparat penegak hukum (APH.,” pungkasnya.