LSM TRINUSA Akan Laporkan Pembangunan Jalan Usaha Tani di Tiyuh Candra jaya ke APH

LSM TRINUSA Akan Laporkan Pembangunan Jalan Usaha Tani di Tiyuh Candra jaya ke APH

Tulang Bawang Barat, Trustmedia.id– Dalam waktu Dekat-lembaga swadaya masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa) Akan laporkan pembangunan jalan usaha tani di tiyuh candra jaya,

Berdasarkan Hasil Pemantauan di lapangan Candra sekretaris LSM Trinusa menjelaskan banyak kejanggalan-kejanggalan pada pekerjaan diduga asal asalan . ungkap candra.

Lebih parahnya lagi Muhammad jadid selaku ketua kelompok tani RK 2 saat di pertananyakan lembaga swadaya masyarakat Trinusa bawasanya dirinya tidak ada keterlibatan dalam proyek tersebut dirinya hanya sebagai tenaga kerja, mengenai panjang volume 680 meter dan lebarnya 3 meter
Dan di kerjakan oleh rekanaan CV Cakrawala Anugrah selatan pekerjaan tersebut dari dinas perkebunan propinsi lampung dengan anggaran 189 juta, kalau alamatnya belum tau,dia hanya minta cariin tenaga kerja.
(Selasa 6/11/2023).

Di samping itu juga pihak LSM trinusa menjelaskan saat meminta keterangan dengan kepalou tiyuh setempat,
Kepalou tiyuh tidak ada terkaitan juga dengan pekerjaan tersebut hanya keterkaitan kepalou tiyuh hanya sekedar pemberitahuan saja,terus lokasi nya dimana,saya turun kebawah itukan ada dinas kabupatennya juga mengetahui kalau istilahnya tanda tangan dan lain-lainnya tidak ada beber kepalou tiyuh.

Oleh karna itu candra selaku sekretaris LSM Trinusa Dalam waktu dekat akan laporkan pekerjaan tersebut ke Kejari tulangbawang barat dan meminta kejari tulang bawang barat untuk mengaudit pekerjaan tersebut agar pekerja tersebut transparan di masyarakat tiyuh candra jaya.

Di beritakan sebelumnya.
Kwalitas Diragukan Pekerja Jalan Onderlaght Tiyuh Candra Jaya Mengaku Tak Pernah Dibimbing.

Tulang bawang barat- Sejumlah petani Tiyuh Candra Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat dibuat bingung lantaran jalur perlintasan yang biasa dilewatinya menuju lahan perkebunan ditutup hingga beberapa hari.

Menurut cerita penutupan jalan tersebut lantaran terdapat kegiatan onderlagh yang pada saat itu sedang tahap pemasangan batu sehingga dilakukan penutupan lantaran dianggap membahayakan pengendara dan dapat mengakibatkan kerusakan pada roda kendaraan.

Penutupan itu mengakibatkan petani harus menunda jadwalnya menuju lahan perkebunannya hingga beberapa hari, Saat diwawancarai lebih jauh pria yang keseharian nya sebagai buruh petani karet itu mengaku tidak mengetahui secara pasti pelaksana kegiatan tersebut.

“ya ini sempat nggak bisa lewat ditutup karena masih nyusun batu, ya nggak tahu ini kerjaannya siapa Nggak ada Papan proyek kalau punya Tiyuh dari Dana Desa biasanya ada, onderlagh kayak gini itu ada Papannya (plang proyek.red) anggaran nya ya gak tau, panjang nya juga ya gak tau, coba tanya pak kepalo” Ucapnya Gamblang (17-10-2023).

Saat ditinjau dilokasi kegiatan salah seorang pekerja juga warga setempat ‘P’ mengaku bahwa kegiatan tersebut milik seseorang di Bandar Lampung, Saat diwawancarai dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan onderlagh sepanjang 600 meter, sementara saat disinggung mengenai papan informasi di akuinya tidak terpasang.

“Saya ya Warga sini juga ini kerja di sini sama bos orang Bandar Lampung kalau untuk ini panjangnya itu 600 meter Nah kalau plang proyeknya ya memang nggak terpasang saya juga nggak tahu kenapa saya di sini Cuman kerja.” Ucapnya.

Dari hasil peninjauan dilokasi kegiatan onderlagh material batu yang digunakan tampak mengherankan, selain bentuknya yang tidak beraturan ukuranya pun diduga juga tidak sama. Bahkan lebih parahnya nyalagi material batu pasangan itu disusun tak berdiri seperti pasangan batu onderlagh umum nya.

Saat dikonfirmasi Mengenai hal tersebut segerombolan pekerjaan itu kompak mengaku tidak pernah diberikan arahan mengenai cara menyusun atau melakukan pemasangan batu, mereka menegaskan bahwa pihaknya hanya pekerja.

“Kita ya di suruh kerja ya kerja mas, mau ada bimbingan atau gak nunjukin gambar teknisnya ya itu bukan urusan kita yang penting kita kerja dibayar.” Ucap salah seorang. (Red/Tubaba)