Kelompok UMKM Kerang Bulu Meminta Pemerintah Pusat Dan Daerah Memperhatikan Para Nelayan Dari Dampak Limbah Minyak Hitam 

Kelompok UMKM Kerang Bulu Meminta Pemerintah Pusat Dan Daerah Memperhatikan Para Nelayan Dari Dampak Limbah Minyak Hitam 

Bintan, Trustmedia.id– Bintan Provinsi Kepulauan Riau, terkait maraknya pencemaran laut terjadi di Kota Batam Kampung Melayu Nongsa akses pariwisata dan nelayan ini bukan hanya berdampak terhadap lingkungan laut dan para nelayannya, namun juga limbah tersebut mencemari laut pesisir Kabupaten Bintan khususnya wilayah Trikora.Rabu 03/04/2023.

Sebab nya dalam satu minggu terakhir ini nelayan dan UMKM jasa wisata mengeluhkan terjadi nya pencemaran minyak hitam diduga MFO yang telah merugikan nelayan yang alat tangkapnya rusak serta sepinya pengunjung pantai di UMKM khususnya sepanjang jalan Tanjung Keling Kontainer Kontainer yang di sewa pedagang lokal sepi tak berpenghasilan.

Tentunya karena orang enggan main ke pantai akibat minyak hitam menempel di pasir air dan bebatuan di sepanjang tempat bermain pengunjung,” Ungkap Salah satu masyarakat yang menggantungkan hidup nya dengan menyediakan Jasa.

“UMKM Kelompok usaha Kerang Bulu yang di Ketuai oleh Suginto di Desa Malang Rapat yang sangat berdampak,”

Akibat dari limbah minyak hitam tersebut sangat berdampak terhadap usaha kecil mikro masyarakat yang mengantungkan hidupnya yang beraktivitas di wilayah pantai Malang Rapat Trikora Kabupaten Bintan, ” ujar Sugianto lebih lanjut.

Tokoh Pemuda Bintan Buyung Adly meminta pemerintah Pusat maupun Daerah dengan sikap cepat memberikan solusi untuk nelayan serta pengusaha UMKM di sepanjang pantai Trikora mereka harus diperhatikan secara khusus oleh pemerintah mungkin bisa di berikan bantuan Permodalan atau bantuan lainya yang sifat nya mendukung usaha mereka sepanjang minyak hitam belum hilang di pesisir pantai begitu juga dengan nelayan kita mesti di perhatikan yang tak dapat melaut karena jaringnya (alat tangkap) terkena minyak hitam bubu juga lengket minyak hitam mesti di berikan subsidi sembako atau apalah yang bisa di berikan oleh pemerintah ungkap tokoh pemuda Bintan yang peduli akan nasib masyarakat dan lingkungan ini.

“Ya kita tunggu saja apa peran pemerintah selain cari solusi mengatasi limbah minyak hitam itu.” ujar Buyung.

Masyarkat yang berjualan di sektor pariswisat harus di bantu dan nelayan harus di bantu juga.

Wakil RS kuat (DPRD) Kabupaten Bintan juga harus jeli capat tanggap ini adalah musibah buat masyarakat nelayan kita maka legeslatif juga mesti menyiapkan alokasi anggaran bersama pemerintah buat masyarkat berdampak,” ungkap Buyung Adly. (Red/27.004)