Pesawaran Trustmedia.id
Ambulans yang semestinya disiapkan oleh Pemerintah Desa untuk mempermudah akses warga menuju fasilitas kesehatan, justru diduga disalahgunakan oleh oknum sopir untuk kepentingan pribadi.
Ambulans milik Desa Bunut Seberang, Kecamatan Way Ratai, yang seharusnya berfungsi untuk membantu warga saat mengalami kondisi darurat medis, kini menuai sorotan. Febri, sopir ambulans desa tersebut, kerap tidak berada di tempat ketika warga membutuhkan layanan darurat.
Salah satu warga, SM (inisial), mengungkapkan kekecewaannya. “Ambulans desa sering tidak ada saat kami butuh. Bahkan, beberapa kali ambulans digunakan untuk membawa pasien dari luar Desa Bunut Seberang,” ujar SM kepada awak media.
Ia menambahkan, dugaan penyalahgunaan ambulans ini bukan kejadian baru. Menurutnya, praktik ini telah berlangsung berkali-kali, meskipun setiap desa telah memiliki ambulans masing-masing. “Hal ini mengindikasikan bahwa ambulans desa kami dijadikan ajang bisnis oleh sopirnya sendiri,” tambah SM.
Melihat situasi ini, warga Desa Bunut Seberang mendesak Kepala Desa, Misbahus Surur, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap perilaku sopir ambulans yang dinilai tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan semestinya.
Warga juga meminta agar ambulans desa ditempatkan di lokasi yang mudah diakses, yakni di wilayah Desa Bunut Seberang sendiri, bukan di rumah pribadi sopir yang tinggal di desa lain. Penempatan yang lebih tepat akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan darurat kapan pun dibutuhkan.(Red)












