Menilik Sejarah oleh Ustad Nursalim Kisah Seorang Wanita yang Membela Imam Ali (as)

Menilik Sejarah oleh Ustad Nursalim Kisah Seorang Wanita yang Membela Imam Ali (as)

Menilik Sejarah oleh Ustad Nursalim Kisah Seorang Wanita yang Membela Imam Ali (as) di Hadapan Al-Hajjaj – Sang Penguasa Diktator nan kejam.

*_Pada masa kekuasaan Al-Hajjaj, ada seorang wanita bernama Hurratul Bint Halimah. Diketahui bahwa di mana pun ia berada dan di mana pun ia duduk, ia selalu berkata:_*

*“Salam atas makhluk terbaik setelah Rasulullah (Saaw).”*

*_Orang-orang pun bertanya kepadanya, “Siapa yang engkau maksud?”_*

*Ia menjawab, “Ali bin Abi Thalib (as).”*

*_Suatu hari, penduduk sekitar sepakat untuk mengujinya dan bertanya:_*

_“Bagaimana bisa engkau berani mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah makhluk terbaik setelah Rasulullah (saw)? Apakah engkau bermaksud bahwa Ali lebih utama daripada para khalifah?”_

*_Ia menjawab, “Iya, demi Allah! Ali lebih utama dari semua khalifah!”_*

_Ucapan ini akhirnya sampai kepada Al-Hajjaj, sang tiran, sehingga ia ingin mengetahui keadaan wanita ini dan berencana untuk membunuhnya. Maka Al-Hajjaj memerintahkan agar wanita tersebut dibawa ke hadapannya._

*_Dalam keadaan marah, Al-Hajjaj bertanya, “Bagaimana engkau lebih mengutamakan Ali daripada semua khalifah?”_*

*Wanita itu menjawab, “Bukan hanya lebih utama dari para khalifah, bahkan aku mengutamakannya atas Adam, Nuh, Ibrahim, Luth, Musa, dan Isa.”*

*_Al-Hajjaj terkejut, lalu memotong pembicaraannya dan berteriak, “Apa yang kau katakan?! Engkau tidak hanya mencukupkan diri membandingkannya dengan khalifah, tetapi kini engkau menyamakannya dengan para nabi, bahkan Ulul Azmi?! Jika engkau tidak mendatangkan bukti, aku akan mencabut nyawamu!”_*

*Wanita itu dengan tenang berkata, “Tunggu sebentar, aku akan mendatangkan bukti.”*

*__Al-Hajjaj menjawab, “Aku tidak menerima bukti kecuali dari ayat-ayat Al-Qur’an.”_*

*Wanita itu berkata, “Baik, dengarkan ini!”*

*1. Allah berfirman tentang Nabi Adam (as):*
*“Dan Adam melanggar perintah Tuhannya, maka tersesatlah ia.” (QS. Thaha: 121)*
*Sementara Allah berfirman tentang Ali (as):*
*“Sesungguhnya ini adalah balasan bagi kalian, dan usaha kalian adalah yang disyukuri.” (QS. Al-Insan: 22)*

*2. Allah berfirman tentang Nabi Nuh (as) dan Nabi Luth (as):*
*“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, tetapi keduanya mengkhianati suami mereka, maka kedua suami mereka tidak dapat menolong mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah. Dan dikatakan kepada keduanya: ‘Masuklah ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)’.” (QS. At-Tahrim: 10)*

*_Sementara Ali (as) memiliki istri, Fatimah az-Zahra (as), yang mana Allah meridhai keridhaannya dan murka atas kemurkaannya.*

*3. Allah berfirman tentang Nabi Ibrahim (as):*
*“Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati.” Allah berfirman, “Apakah engkau belum beriman?” Ibrahim menjawab, “Tentu, tetapi agar hatiku menjadi tenang.” (QS. Al-Baqarah: 260)*

*_Sementara Ali (as) berkata:_*
*“Seandainya semua tabir disingkap, keyakinanku tidak akan bertambah sedikit pun.”*

*4. Allah berfirman tentang Nabi Musa (as):*
*“Dan Musa keluar dari kota dengan rasa takut dan penuh kewaspadaan.” (QS. Al-Qasas: 21)*

*_Sementara Allah berfirman tentang Ali (as):_*
*“Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya demi mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207)*

*5. Allah berfirman tentang Nabi Isa (as):*
*Ketika ibunya, Maryam (as), hendak melahirkan, ia pergi ke Baitul Maqdis, lalu terdengar suara memanggilnya, “Wahai Maryam, keluarlah, karena ini adalah rumah ibadah, bukan rumah untuk melahirkan.”*

*_Sementara ketika ibu Ali (as), Fatimah binti Asad, hendak melahirkan, dinding Ka’bah terbelah untuk menyambutnya agar ia masuk ke dalamnya, dan ia tinggal di sana selama tiga hari. Kemudian ia keluar dengan membawa bayi Ali (as) di dalam pelukannya._*

_Mendengar semua ini, Al-Hajjaj terdiam, lidahnya kelu, dan ia kehilangan semua argumen untuk membantahnya._

*_~ Salam atasmu, wahai Sayyid dan Maulaku, wahai Amirul Mukminin!_*

~ *Salam atas makhluk terbaik setelah Rasulullah (saw)!*

*~ _Salam atas pembagi surga dan neraka!_ _(Al Hadist)_*

~ *Salam atas pemimpin agama!*

*~ _Salam atas orang yang Allah kehendaki sebagai wali setelah Nabi!_*

~ *Salam atas orang yang selalu bersama kebenaran, dan kebenaran selalu bersamanya!*

*~ _Salam atas orang yang diberi nama “Ali”, yang merupakan salah satu nama Allah yang Maha Indah, yang tidak pernah diberikan kepada siapa pun sebelum penciptaan hingga kelahirannya!_*

~ *Salam atas orang yang istrinya adalah Fatimah (as), putri Rasulullah (Saaw)!*

*~ _Salam atas orang yang kedua putranya adalah pemimpin pemuda surga!_*

~ *Salam atas orang yang Rasulullah (saw) bersabda tentangnya: “Aku adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya!”*

*~ _Salam atas orang yang lahir di dalam Ka’bah, yang mana tidak ada seorang pun selainnya yang diberi kehormatan ini!_*

*Nabi Muhammad Saww bersabda :* *”Aku dan engkau tidak mengetahui betapa besar pahala menyebarkan keutamaan Imam Ali (as)!”*_

*_Bagikan kisah ini, karena pada hari di mana harta dan anak-anak tidak lagi berguna, engkau akan mengetahui dengan penuh keyakinan betapa besar pahala yang engkau dapatkan berkat Amirul Mukminin (as) dan berkat menyebarkan keutamaannya!_ (Red/*)