Bedug Terpanjang dan Tertua di Simeulue Jadi Warisan Sejarah di Desa Lataleng

Bedug Terpanjang dan Tertua di Simeulue Jadi Warisan Sejarah di Desa Lataleng

Bedug Terpanjang dan Tertua di Simeulue Jadi Warisan Sejarah di Desa Lataleng

SIMEULEU –Trust media.id .

Sebuah bedug bersejarah yang berada di Desa Lataleng, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menjadi perhatian masyarakat karena ukurannya yang panjang serta usianya yang telah melampaui satu abad.

Bedug tersebut diketahui merupakan salah satu yang tertua di wilayah Simeulue, dengan panjang sekitar 4 meter dan berat mencapai kurang lebih 200 kilogram.

Berdasarkan keterangan warga, bedug ini diperkirakan dibuat sejak tahun 1914 dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah peradaban Islam di daerah tersebut.

Kepala Desa Lataleng, Rajuin, SE, menyampaikan bahwa bedug tersebut merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama oleh masyarakat dan pemerintah.

“Bedug ini bukan sekadar alat, tetapi merupakan peninggalan sejarah sekaligus identitas desa kami. Kami berharap ada perhatian serius untuk pelestariannya,” ujar Rajuin. pada Hari Senin, 30 Maret, 2026

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Ade Irwansyah, menjelaskan bahwa bedug tersebut pada masanya memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

“Dulu bedug ini digunakan sebagai penanda berbuka puasa, sahur, hingga pemberitahuan kegiatan penting desa. Namun sekarang sudah tidak digunakan lagi karena digantikan oleh pengeras suara,” kata Ade.

Ia juga mengungkapkan bahwa bedug tersebut sempat mengalami kerusakan serius akibat kurangnya perawatan, bahkan nyaris terbelah. Namun, sekitar tahun 2020, bedug tersebut berhasil diperbaiki oleh pihak TNI dari Kodim 0115/Simeulue.

Meski kini kondisinya kembali baik, Ade mengaku masih menyimpan kekhawatiran terkait keberlanjutan perawatan bedug tersebut.

“Kami berharap ada peran dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan. Jika hanya mengandalkan masyarakat desa, kami khawatir perawatannya tidak maksimal,” tambahnya.

Menurutnya, selain memiliki nilai historis sebagai jejak peradaban Islam di Simeulue, bedug tersebut juga berpotensi menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda sekaligus objek wisata budaya.

Masyarakat pun berharap agar keberadaan bedug bersejarah ini tidak hanya diperhatikan saat momen tertentu, tetapi dapat dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan sebagai warisan budaya daerah. (DN)