Kurang Tanggap Kades jiungjing Tentang Pemberian Tanah oleh deplover Diperuntukkan Lapangan Sepok Bola.

Kurang Tanggap Kades jiungjing Tentang Pemberian Tanah oleh deplover Diperuntukkan Lapangan Sepok Bola.

Kurang Tanggap Kades jiungjing Tentang Pemberian Tanah oleh deplover Diperuntukkan Lapangan Sepok Bola.

Tangerang. trust media.id

Kurang tanggap dan perhatian nya kades jiungjing berinisial NR.tentang tanah yang diberikan oleh pengembang ke pihak Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora). Kabupaten Tangerang Banten.diperuntukkan untuk lapangan sepak bola.

Dalam pembangunan infrastruktur dan Non infrastruktur dalam pembangunan lapangan bola tidak ada gerakan yang sangat senifikan.dan berjalan ditempat alias Mandul.oleh pihak desa sedangkan tanah sudah diberikan oleh pihak pengembang dengan luas satu hektar lebih

Karena pihak, pengembang sudah menyerahkan sebidang tanah yang sudah cukup luas dan digunakan untuk pembangunan lapangan bola sudah cukup, namun kades tidak tanggap permasalahan ini.

Dan harga tanah sudah sama dengan Harga emas tentang tanah untuk lapangan bola desa jiungjing Cisoka Tangerang Banten.dengan luas 100 m x 120 Meter.dibelakng blok A dan B Kemuning.

Mister Q menjelaskan bahwa Awalnya lapangan bola yang sebelumnya sudah dibangun Kantor desa ketika itu.diera kades tatang dan deplover.adalah pak Maryono Capi ketika itu.sebenarnya tentang pembangunan lapangan sepak bola itu sangat sederhana sekali karena tanah sudah diberikan cuma cuma oleh pengembang.namun oleh kades jiungjing yang sekarang kurang tanggap dan kurangnya kepedulian.

Semua tanah pemberian dari pihak pengembang pembangunan perumahan.dengan luas 3000 meter dan pemberian kedua dengan luas satu hektar lebih

Pembangunan kampus gedung SD dan sarana prasarana dari pengembang diserahkan kedinas Dispora kabupaten Tangerang Banten.untuk pembangunan lapangan bola desa jiungjing,namun sangat disayangkan.pihak desa jiungjing terutama kadesnya kurang tanggap dalam persoalan ini

“Mestinya kades jiungjing harus klarifikasi kepihak Dispora kabupaten Tangerang Banten agar segera terealisasi tentang pembangunan lapangan bola.karena lokasi tanah sudah disiapkan oleh pihak pengembang namun pihak desa dalam hal ini kades Nurlela tidak tanggap dalam persoalan ini.

Masih menurut MR Q menambahkan bahwa,persoalan tanah untuk fasilitas pembangunan sepak bola itu sangat sederhana.karena tanah sudah disiapkan oleh deplover dengan luas satu hektar lebih dikawasan tepatnya dibelakang blok A dan B Kemuning.desa jiungjing,”terangnya.

Dan mestinya kades harus melaksanakan klarifikasi kepihak Dinas Pemuda dan Olah raga.agar segera terealisasi pembangunan lapangan bola menjadi milik desa dan sangat bermanfaat,buat masyarakat desa jiungjing khususnya.namun sangat disayangkan hingga saat ini belum berjalan alias “mandul”.

Mestinya pihak yang memegang kepentingan Kabupaten Tangerang harus memberikan teguran keras kepada kades jiungjing.agar jangan kebanyakan memikirkan hal yang tidak masuk di pola pikir manusia sehat,”ungkap Mr Q.

Sementara ibu Lulu selaku pedagang nasi uduk didepan masjid Al Hanif menjelaskan bahwa tentang adanya tanah untuk lapangan sepak bola isi nya memang ada namun hingga kini belum ada kejelasan,bahkan dulu sudah cukup lama pernah alat berat jenis boldoser.sedang melaksanakan pembukaan jalan dititik tanah ada warga pengarap lahan tanah untuk menanam padi sempat, terjadi insiden,karena belum ada musyawarah yang jelas secara dadakan akan mengusur lahan pertanian,setelah terjadi sedikit kerusuhan.hingga sekarang belum ada lagi aktifitas melakukan kegiatan untuk melaksanakan pembangunan lapangan sepak bola.

“Bahkan ada beberapa tim kami tidak paham sempat melakukan survey mengunakan mobil Avanza dengan memeriksa lahan dan juga memoto lokasi,selang beberapa waktu juga pekan silam ibu kades juga turun kelokasi melaksanakan survey juga untuk melihat secara dekat tentang tanah yang akan dijadikan lapangan olah raga warga desa jiungjing,”ungkapnya.

Kepala desa jiunjing Ibu Nurlela menjelaskan bahwa benar ada tanah yang diberikan oleh deplover kepada pihak desa untuk dibuatkan lapangan olah raga namun tanah itu akan di ganti dengan lokasi yang hamparan nya menyatu dan lokasinya daratan.dengan satu hektar tetapi kami akan menjual lokasi yang sudah ada,karena lokasi yang ada untuk dijadikan tempat olah raga kurang baik,karena bekas tanah sawah jadi sangat perlu biaya cukup banyak,bahkan kalau bekas sawah kurang memadai terlebih kalau musim hujan turun,”ungkap nenek dua cucung ketika dijumpai dikantor desa Senen 13 April 2026 sekira pukul 11.25 Wib .