“Eksistensi dan Refleksi bkkbn di Era Modern” dr. Sairul Basri, S.Ag.,SH., M.Pd.I Akademisi dan Tokoh Masyarakat

“Eksistensi dan Refleksi bkkbn di Era Modern”  dr. Sairul Basri, S.Ag.,SH., M.Pd.I Akademisi dan Tokoh Masyarakat

” Eksistensi dan Refleksi bkkbn di Era Modern”

dr. Sairul Basri, S.Ag.,SH., M.Pd.I
Akademisi dan Tokoh Masyarakat

Bandarlampung trustmedia.id

Siapa yang tidak tahu instansi BKKBN pada era orde baru atau era tahun 80an,banyak program2 yang strategis yang ber manfaat pada zamannya dimulai dari program Keluarga Berencana (KB) dengan pendekatan pemutaran layar tancap, salah satu judulnya ” Rajawali Sakti” layar tancap yg dirasakan pada anak2 saat itu yg sekarang mereka sdh desawa bahkan tua. Berikut penulis uraikan sebagai berikut:
a. Eksistensi dan regulasi BKKBN di era sekarang.
seiring berjalan sejak tahun 198, maka banyak yang berubah secara dratis bukan saja lembaga BKKBN akan tetapi kementerian lainpun mengalami perubahan. Tentu pablik bertanya kemana lembaga BKKBN yang begitu eksis sehingga keberadaannya sdh pudar bahkan bisa tabu bagi anak yg hidup pada zaman sekarang. Penyebabnya tentu tidak semerta2 lemahnya SDM akan tetapi bisa faktor regulasi Kebijakan dan UU, seperti dulu BKKBN langsung dibawah Presiden sekarang dalam kepres no 6 tahun 2011 BKKBN di bawah kementerian Kesehatan. Kalau kita urai ada beberapa faktor perubahan yg drastis
1. Perubahan kebijakan dan Undang2 yang sangat mempengaruhi tata kelola lembaga tersebut yaitu program dan anggaran
2. Faktor SDM yg ada di BKKBN baik aspek doktrin pemikiran (pola lama) yang bisa menyebabkan mundurnya institusi tersebut yg seharusnya membuka cakrawala baru yg mengikuti gelombang perubahan zaman.
3. Faktor menurunnya Kordinasi dan komunikasi serta pendekatan tidak secara kontinu dengan Akademisi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan tokoh pemuda, karena berdirinya mundurnya bahkan hilangnya institusi tersebut bisa disebabkan oleh tokoh2 tersebut karena daya dukung stocholder lemah. Maka perlu mengadakan silaturahmi bersama baik individu maupun kegiatan sarasehan, workhsop maupun seminar secara langsung
4. Faktor Program yang tidak signitifan dan menjawab tantangan masa depan yang kita sebut bangsa pasar yang tidak tepat sasaran.
b. Masih Produktifkah BKKBN atau tidak.
Publik tentu menyoroti hal ini dari masa kemasa, tentu masih banya stockholder yg masih berkepentingan terutama menekan angka penduduk dan kemandirian berpikir dan ekonomi keluarga, dalam program2 pembinaan seharusnya memaksimalkan peran penyuluh dg berkolaborasi terhadap institusi terkait. Perlu disadari oleh BKKN bahwa sejak tahun 2011 di bawah koordinasi atau naungan Kementetian Kesehatan, sudah selayaknya untuk bersinergi dalam mewujudkan kesehatan keluarga, SDM keluarga dan ekonomi keluarga. bkkbn sebagai penggerak diakar rumput. bkkbn yang seharusnya garda terdepan dalam pembinaan kependudukan baik menekan angka kelahiran, meningkatkan kesehatan, gizi, ekonomi maupun pendidikan.
Ketahanan keluarga tentu sangat di perlukan untuk menunjang keberlangsungan hidup bagi keluarga, perlu kita ketahui bahwa penduduk Indonesia kualitas ekonomi keluarga mayoritas rendah dan kalau ini tidak ditangani secara serius , maka kriminal akan meningkat, langkah2 dan peran preventif yg dikedepankan meelalu pembinaan di bkkbn.
c. Ancaman Bangsa kedepan.
Dalam teori Swot bahwa ancaman bangsa kedepan bukan musuh dari luar akan tetapi ancaman dari dalam. Salah satunya adalah ledakan jumlah penduduk dan bonus demografi, maka apabila ini terjadi kedepan dengan tidak mengantisipasi atau mengatasi sejak dini maka bisa menjadi bencana, disini peran bkkbn dipertaruhkan untuk saat ini bkkbn bisa dianggap gagal karena tidak segera melakukan hal2 yang strategis dg perhitungan yang matang. Maka sangat perlu bkkbn mulai merumuskan program yang ideal, realistis dan ekonomis dengan melihat teliti dan jeli dalam setiap perubahan dengan melibatkan peran akademisi, toga, toma dan toda. Salah satu contoh yaitu fenomena dg drastisnya perkembangan tekhnologi yg kita sebut IT, tentu bagaimana gennerasi lama ASN segera cepat untuk menyesesuaikan terhadap perkembangan, bagaimana bkkbn tanggap terhadap isu senteral dan yg menarik untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan tersebut, mulai dari ancaman Radikalusme, Terorisme, Bahaya Narkoba serta menurunnya pemahaman Wawasan Kebangsaan ditambah lagi pernikahan dini dan penceraian dini, menurut kami tentu disampin g persoalan bersama akan tetapi bkkbn ikut brrtanggung jawab penguatan dukungan program tersebut. Dalam hal ini tentu pemerintah dapat mengoptimalkan kembali fungsi2 bkkbn dalam mendukung visi dan misi negara kedepan. Bagaimana menurut penulis bkkbn tidak kaku dalam membuat novum baru dalam rangka mempertahankan keberadaan dan marwah bkkn yang dinamis dan ekonomis. Apa yang penulis sampaikan tentu bkkbn telah merespon hal tersebut baik proram yg sdh dipersiapkan akan tetapi bagaimana pengeksekusiannya tidak normatif akanbtetapi aktif. Seiring waktu bkkbn tetap berbenah dan bergerak sebagai pemenang kedepan.(red)