TERSINGGUNG BERUJUNG MAUT
Makassar, Sulsel Trustmedia.id.
Berhati-hatilah dalam berucap, salah sedikit bisa berakibat fatal. Nasib tragis dialami BS Alias GL, (52 tahun) tewas terkapar di tengah gang dekat rumahnya setelah beradu jotos dengan tetangganya sendiri yang berprofesi sebagai anggota TNI.
Peristiwa terjadi pada sabtu dini hari tanggal 05 maret 2022 pukul 00.40 Wita. Ditengah tengah sunyinya malam di jalan rajawali lorong 13 kecamatan Mariso kota Makassr, tiba tiba di gegerkan dengan pertengkaran hebat antara korban dan pelaku yang merupakan tetangga dekat. Berawal ketika BS alias GL sedang memperbaiki kendaraan angkot miliknya dibantu istrinya (Nursiah), pelaku DY yang berprofesi sebagai anggota TNI, kebetulan pulang kerumahnya istrahat sehabis tugas piket di kesatuannya yang letaknya tidak jauh dari rumahnya dan pelaku (DY )sempat menegur korban agar memindahkan kendaraannya karena terlalu ketengah dan menghalangi jalan masuk kerumahnya.

Menurut pengakuan istri korban sendiri (Nursiah ), suaminya sedang memperbaiki mobil angkot miliknya di depan rumahnya dibantu oleh istrinya dan tiba-tiba datang Serma DY mengatakan “kenapa kamu kerja mobil di jalan saya mau lewat, bikin macet saja kamu” dan dijawab oleh korban (BS ) ‘sabar maki kodong Komandan karena sudah mau selesai” selanjutnya pelaku (DY) kembali menyampaikan dengan mengatakan “kamu tidak mau mendengar dan tidak kenal saya kah” sambil mengeluarkan senjata mainan sehingga secara spontan korban (BS ) mengambil kunci roda dan obeng mengejar pelaku (DY) disusul oleh Nursiah (istri Sdr. BS).
Lain lagi yang dikatakan pelaku, (DY) menurutnya, dirinya hendak pulang ke rumahnya di Lr. 6 Jl. Rajawali 3 Kecamatan Mariso Kota Makassar dan saat hampir tiba di rumahnya DY (Pelaku) menegur BS krn memarkir kendaraan di tengah jalan dengan mengatakan *”kenapa parkir di tengah jalan”* namun BS tidak menerima teguran lalu menyampaikan bahwa ” saya yang baru keluar dari tahanan yang bunuh anggota Kavaleri dulu, lalu Serma DYmenyampaikan bahwa ” saya anggota dari Yon Zipur ” lalu dijawab kembali oleh BS bahwa ” memangnya kenapa kalo anggota TNI ? ”
kemudian BS mencabut sebilah badik dan mengambil sebuah kunci roda.
Setelah beberapa saat kemudian muncul beberapa orang rekan korban BS sehingga Serma DY mundur sambil menelpon Anggota Yon Zipur yang sedang siaga di Yon Zipur namun BS maju hendak menyerang Serma DY dengan menggunakan badik dan kunci roda.
Melihat korban BS akan menyerang sehingga DY reflek mencabut pistol mainan ( pistol korek ) namun BS mengatakan “itu bukan pistol asli” sehingga pelaku ( DY ) lari hendak menuju rumah mertuanya untuk menyelamatkan diri karena dikejar oleh korban (BS).
Karena merasa terdesak sehingga pelaku (DY ) melawan dan bersamaan itu korban ( BS ) menyerang dengan menggunakan Badik sehingga melukai pelaku (DY) pada bagian kepala dan rahang yang membuat Serma DY oleng setengah sadar tetapi pelaku ( DY )masih sempat bertahan dan membalas kepada korban ( BS ) yang mengenai ulu hati dan saat itu juga pelaku (DY) tidak sadarkan diri (pingsan) dengan luka luka pada bagian kepala dan luka robek pada bagian dagu. Sedangkan korban BS tewas di tempat dengan beberapa luka tusukan pada perut dan ulu hati dan jenazahnya telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Peristiwa tersebut telah ditangani oleh Polisi Militer (Denpom XIV/4 Makassar) dan Polsek Mariso dan Polwiltabes Makassar.
( Rsd )












