Sinjai – Saotengnga, Trustmedia.id– Pelaksanaan program dan kegiatan PKK secara terpadu dilaksanakan oleh Pokja-pokja dengan berpedoman pada 10 Program Pokok PKK. Dimana Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.
Kegiatan PKK adalah menggerakkan dan membina masyarakat untuk melaksanakan 10 program pokok PKK dengan sasaran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat untuk mewujudkan keluarga sejahtera. Adapun Tugas dan Fungsi PKK sebagai berikut : Merencanakan, melaksanakan dan membina pelaksanaan program-program kerja TP PKK, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat; Menghimpun, menggerakkan dan membina potensi masyarakat, khususnya keluarga untuk terlaksananya program-program TP PKK.
Untuk menyelaraskan hal tersebut maka Ketua TP PKK Desa Saotengnga, Sri Hastuti Handayani, S. ST mengundang Pengurus TP PKK dan Dasawisma Se-Desa Saotengnga guna melaksanakan Rapat Koordinasi Terpadu dengan dirangkaikan 2 Agenda lainnya, pada Kamis pagi (30/3/2023), bertempat di Aula Pertemuan Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Acara turut di hadiri oleh Ibu Ketua TP.PKK Desa Saotengnga, Sri Hastuti Handayani, S. ST, Ibu Wakil Ketua TP PKK Dra. Hj. St. Rohani, Sekertaris PKK Desa Saotengnga, Sumarni, S. Pd, Para Pengurus PKK, Ketua dan Anggota Dasawisma Desa Saotengnga, Majelis Taklim Se-Desa Saotengnga, Ketua dan Anngota Tri Bina yakni : Ketua BKB Desa Saotengnga, Tri Silawati. S., S. Pd sserta Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) Desa Saotengnga, Ketua dan Anggota Bina Keluarga Remaja, dan Ketua serta Anggota Bina Keluarga Lansia Desa Saotengnga.
Acara di pandu oleh Sekertaris PKK Desa Saotengnga, Ibu Sumarni S. Pd.
Mengawali acara Rapat Koordinasi disampaikan oleh Ibu Tim Penggerak PKK Desa Saotengnga, Sri Hastuti Handayani, S. ST, beliau menyampaikan bahwa “kegiatan pada hari ini ada 3 Agenda yaitu Pembahasan Program PKK selama enam (6) tahun ke depan, Dasa Wisma, serta Majelis Taklim dimana semua ini saling keterkaitan satu sama lainnya. Yang seharusnya kita sudah melakukan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Januari-Maret 2023, ibu-ibu masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) agar memahami apa-apa saja kegiatan yang akan dilaksanakan 1 tahun ke depan mulai dari Pokja 1 hingga Pokja 4. Hingga sinergi dan hasil yang akan di capai untuk kesejahteraan di masyarakat dapat tercapai,”ungkapnya.
Lanjut disampaikan Ibu Ketua TP. PKK Desa Saotengnga bahwa “Desa Saotengnga pada perayaan Hari Jadi Kab.Sinjai berhasil mendapatkan Juara 1 pada pembuatan Kerajinan Sampah Plastik menjadi bahan baku yang dapat dipergunakan dalam industri rumah tangga, Pertahankan dan ditingkatkan lagi, juga pemanfaatan lahan pekarangan agar bisa di laksanakan dan difungsikan agar bernilai produktif dan ekonomis,”jelas Sri Hastuti Handayani, S. ST.

Di tempat yang sama Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Desa Saotengnga, Dra. Hj. St. Rohani menjelaskan secara singkat terkait hal-hal dan penekanan penting dalam Kerja-Kerja Pokja PKK Desa salah satunya adalah : bagaimana mengolah industri rumah tangga yang ada di sekitar, memanfaatkan lahan pekarangan dengan baik, Pokja harus kerjasama dengan dasawisma karena masalah yang ada di masyarakat yang tau adalah dasawisma, dan pentingnya di adakan pelatihan kader serta pendataannya sekaligus mempermantap administrasi yang ada, sebab berhasil tidaknya itu semua bergantung kerja kader atau sumber daya manusia dari Anggota PKK dan Dasawisma itu sendiri,”jelasnya.
Sebagaimana diketahui bersama bahwa “Dasawisma PKK adalah kelompok ibu yang berasal dari 10 kepala keluarga (KK) rumah yang bertetangga untuk mempermudah jalannya suatu program. Pengumpulan dana, kuisioner, tertib administrasi adalah beberapa contoh tanggung jawab ketua dasa wisma yang kemudian diteruskan ke ketua PKK. Manfaat buku catatan kelompok Dasawisma untuk mengetahui keluarga-keluarga yang berada pada garis keterbelakangan, baik dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan agama, serta, dapat mengidentifikasi permasalahan warga di suatu desa/kelurahan secara terinci sehingga, tim PKK dapat mencari solusi dalam membantu program yang ada.
Sedangkan, kelompok dasawisma PKK adalah kelompok yang terdiri dari 10 hingga 20 kepala keluarga (KK) dalam satu RT. Dasawisma memiliki prinsip pengawasan dan pemberdayaan hingga masyarakat ke bawah dan menyentuh unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.
Acara terakhir yakni kegiatan program Majelis taklim yang di pandu oleh Wakil Ketua TP.PKK Desa saotengnga, Dra. HJ. St. Rohani dan di tutup dengan foto bersama. (Red/48.006)










