Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idul Fitri untuk Hormati para Martir yang Wafat Diserang Israel

Trustmedia.id, Palestina — Presiden Palestina Mahmoud Abbas membatalkan perayaan Idul Fitri, untuk berduka atas kematian para martir dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

Menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA, Abbas membatasi perayaan Idul Fitri pada ritual keagamaan dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang, untuk mengenang warga Palestina yang menjadi martir.

Akibat pengeboman Israel di Gaza, lebih dari 20 warga Palestina termasuk sembilan anak tewas.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sedikitnya 305 orang juga terluka ketika pasukan Israel menembakkan peluru karet, gas air mata, dan granat kejut ke arah warga Palestina yang sedang berjaga untuk mencegah kemungkinan penggerebekan oleh ekstremis Yahudi.

Sejak pekan lalu, ketegangan memuncak di wilayah Sheikh Jarrah saat pemukim Israel mengerumuni, usai pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.

Warga Palestina yang memprotes menjadi sasaran pasukan Israel.

Dilansir Anadolu Agency dan Republika, Selasa (11/5/2021), faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan peluncuran Operasi Pedang Al-Quds pada Selasa iti, karena ketegangan terus meningkat.

“Sebagai bagian dari operasi, sebuah kendaraan lapis baja militer milik pasukan pendudukan di Jalur Gaza utara dihantam dan serangan roket dilakukan di Yerusalem,” kata Kamar Gabungan Operasi Militer untuk Faksi Palestina dalam sebuah pernyataan.

Tembakan roket intensif diluncurkan ke posisi musuh di sekitar Tel Aviv dan wilayah pendudukan.

“Kami sebelumnya memperingatkan musuh tidak bersikeras menyerang situs suci kami dan orang-orang kami. Namun, musuh melanjutkan kebrutalannya, jadi sekarang saatnya membayar harga,” tambah mereka.

Pengalaman militer mereka sudah cukup kuat dalam membela warga Palestina.

Menurut mereka, Israel merupakan musuh pengecut karena menyerang situs suci, seperti Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds.

Baca juga:  Dubes RI untuk Arab Saudi: Berita Bohong Kalau Indonesia Tidak Dapat Kuota Haji 2021

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel 1967 dan mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (*)

FOTO: Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here