BANTEN  

Peringati Haul Sulthan Maulana Hasanuddin 452 Tahun,Di ikuti 1000 Pengbaca Al-qur’an

Peringati Haul Sulthan Maulana Hasanuddin 452 Tahun,Di ikuti 1000 Pengbaca Al-qur’an

Peringati Haul Sulthan Maulana Hasanuddin 452 Tahun,Diikuti 1000 Pengbaca Al-qur’an

SERANG,(TrustMedia.id)-

Dalam rangka memperingati haul kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin yang ke 452 tahun, Pengurus Badan Kenadziran Kesulthanan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan Pembacan Al’qur’an 30 juz dan doa khotmil quran yang dilaksanakan di halaman pendopo Masjid Agung Banten,kecamatan kasemen,kota Serang, Sabtu (40/04/2022).

Selain pengurus Badan Kenadziran Kesulthanan Maulana Hasanuddin Banten (BKKMHB) dan 1000 masyarakat banten juga turut hadir DANREM 064/ MAULANA YUSUF Brigjen TNI Yunianto.

Ketua Umum Badan Kenadziran Kesulthanan Maulana Hasanuddin Banten (BKKMHB) KH. Tubagus Ahmad Syadzili wasi mengatakan kegiatan haul ini sudah menjadi agenda rutin yang setiap tahunya selalu di adakan khususnya pada akhir di bulan ramadhan.

“Alhamdulilah dirinya sangat apresiasi dengan banyaknya masyarakat banten hampir 1000 orang yang mengikuti kegiatan haul kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin, dalam kegiatan haul tersebut ada 4 kegiatan yang saat ini dilakukan diantaranya pembacan Al-qur’an 30 juz, Do’a Khotmil, Tahlil dan Buka puasa bersama” ungkap ketua BKKMHB.

Sementara itu diungkapkan Wakil Ketua BKKMHB yang juga sebagai ketua panitia kegiatan haul kanjeng maulana hasanuddin Dr H. Tubagus Ahmad Faisal Abbas, ini bukti nyata kecintaan masyarakat banten terhadap kanjeng Sulthan Maulana Hasanuddin hal tersebut terlihat banyak yang membacakan Al-qur’an sampai 30 juz.

“Kegiatan haul kanjeng sulthan maulana hasanuddin tahun 2022 ini sudah genap 466 Hijriah atau 452 Masehi, ada 3 tujuan haul ini pertama untuk mengenang kepergian kanjeng sulthan Maulana Hasanuddin, yang kedua untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan beliau yang seperti kita ketahui peninggalan beliau masih kita rasakan hingga saat ini namun yang paling utama kita sebagai zuriat bagai mana untuk meneruskan perjuangan tentang syiar agama dan pendidikan agama di Provinsi Banten dan yang ke tiga terakhir tentu kegiatan ini sebagai sarana spiritual,” ujarnya.

Lanjut Tb. Ahmad Faisal Abbas selain tujuan di atas juga termasuk menjalankan salah satu ipat-ipat wasiat yg pernah di deklarasikan oleh kanjeng sunan gunung djati bagi seluruh dzuriyatnfya salah satunya berbunyi “INGSUN NITIP TAJUG LAN FAKIR MISKIN” yang bermaksud bahwa kita harus tetap menjalankan HABLUN MINALLOH DAN HABLUN MINANNAS sehingga bisa selalu terpelihara antara aspek spiritual serta aspek kemanusian.

“Dirinya berharap kegiatan ini terus dilakukan oleh para dzuriyat kesulthanan sehingga memiliki nilai-nilai sejarah yang berada di Provinsi Banten,”tutupnya. (Red.39.005)