Banten – Serang, Trustmedia.id– Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah resmi meluncurkan bantuan 100 ambulans desa untuk 100 pemerintah desa di Kabupaten Serang. Penyerahan ambulans desa tersebut dilakukan langsung di halaman Pendopo Bupati Serang.Jumat (20/12/2019).
Namun sangat disayangkan perihal perawatan mobil ambulance bantuan dari pemerintah tersebut diabaikan dan terkesan tidak adanya pemeliharaan atau perbaikan kepada kendaraan yang seharusnya mobil ambulance tersebut harus kondisi prima dan layak, karena mobil tersebut khusus untuk mobilisasi masyarakat sekitar yang sakit atau mau melahirkan seperti copas dalam pemberitaan bahwa bupati serang mendistribusikan mobil ambulance guna memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan atau saat membutuhkan rujukan ke puskesmas dan rumah sakit.

Namun miris, dikelukan oleh warga salah satunya ambulance milik desa Cikedung Kecamatan Mancak kabupaten Serang yang saat ini kondisinya rusak pada bagian body mobil dan kaca mobil tertutup oleh triplek, pasca kecelakaan jatuh ke Jurang di tanjakan Dukut Sawit KP Bulakan Desa Cikedung pada bulan juni 2023 lalu, mobil ambulance tersebut sampai saat ini belum diperbaiki namun masih digunakan untuk membawa mayarakat yang sakit diwilayah Desa Cikedung.
“JN” sopir ambulancepun membenarkan saat dikonfirmasi dalam komentarnya melalui chat whatsapp kepada awak media pada tanggal 07 November 2023.
“Ya betul pak adanya info terkiat ambulance itu saya pake aja dengan keadaan begitu namanya masyarakat taunya ada ambulance, itu juga sedikit demi sedikit saya perbaiki sendiri menggunakan alat seadanya seperti kaca saya pasang triplek untuk menutupi dan mengganti sementara dan body mobil saya ketok dengan mengunakan palu untuk sementara aja pak,” ungkapnya.
Menurut “JN” sebagai sopir merasa kurang nyaman membawa pasien dengan keadaan mobil yang bisa dibilang tidak layak karena kondisinya banyak body yang rusak dan kaca yang pecah pastinya menimbulkan kurang nyaman kepada masyarakat yang sakit saat dibawa oleh mobil ambulance yang dibawa.

“Namun mau gimana, karena saya lihat kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi diwilayah kami bahkan saya sempat memberitahu kepada salah satu masyarakat yang saat itu hendak meminta antar ke rumah sakit karena kebutuhan dan mendesak, namanya masyarakat gamau tau karena mereka taunya bahwa desa kami memiliki ambulance untuk mobilisasi mereka yang sakit, padahal menurut saya ambulance tersebut tidak layak untuk membawa pasien sakit, yang tentunya dapat membahayakan si penumpang atau pasien, karena saya pribadipun kurang nyaman mebawa mobil ambulance dalam kedaaan begitu apalagi masyarakat yang sakit.” tuturnya.
“Kami dari pihak Desa sudah mencoba mengajukan permohonan bantuan dan melampirkan kerusakan untuk mendapatkan bantuan biaya perbaikan mobil ambulance tersebut, bahkan kami juga telah melampirkan hasih cek dari bengkel mobil guna estimasi anggaran yang harus kita persiapkan untuk perbaikan mobil ambulance terebut, namun sepertinya kurang respon baik dari pemerintah Kabupaten Serang, karena sampai saat ini mobil masih dibiarkan begitu saja tanpa adanya perawatan atau perbaikan, sedangkan sampai saat ini mobil ambulance sangat dibutuhkan dan masih digunakan untuk masyarakat yang sakit di wilayah pedesaan yang jauh dari jangkauan kendaraan angkutan umum.” lanjutnya.
“Semoga Pemerintah Kabupaten Serang dapat segera merespon baik adanya pengajuan peromohonan kami untuk perbaikan mobil ambulance milik desa agar tidak menghambat dalam melayani permintaan masyarakat terfokus di bidang pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang tinggal di pedesaan di wilayah desa Cikedung,kecamtan mancak kabupaten serang,” pungkas “JN” (Red/roni)












