AGAMA  

Ketika Penyesalan Itu Tiba

Ketika Penyesalan Itu Tiba

Oleh sabarudin. SE. SH

Firman Allah SWT:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Artinya :

“Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini”.(QS. Al-Fajr 89: 24)

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Artinya :

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin. (QS As-Sajdah 32:12)

Begitulah gambaran keadaan orang-orang kafir pada hari Kiamat, saat mereka menyaksikan langsung adzab neraka dengan mata kepala mereka sendiri.

Pada saat itu, mereka menjadi yakin sepenuhnya bahwa mereka akan ditimpa adzab yang ada di hadapan mereka. Betapa takut dan malunya mereka di hadapan Allâh SWT, sampai mereka menundukkan kepala.

Sungguh, betapa dalam penyesalan saat itu, sampai mereka memohon kepada Allâh SWT agar dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal shaleh.

Sesungguhnya penyesalan itu memang datang terlambat, namun biarlah datangnya terlambat, saat kita masih didunia, masih punya kesempatan, untuk bersegera memperbaiki diri.

Bukankah dengan penyesalan itu memotivasi kita untuk segera memperbaiki diri?. Selagi nyawa masih dikandung badan.

Jangan sampai penyesalan itu datang setelah pintu tobat tertutup, saat semua perbuatan semasa hidup harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT, menyesali dengan menyalahkan diri sendiri.

Firman Allah SWT :

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Artinya :

Andaikata kami dahulu mau mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya kami tidaklah termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala (QS al-Mulk 67:10)

Ini menunjukkan betapa besar penyesalan atas tingkah laku buruk ketika di dunia. Akan tetapi, pada saat itu, penyesalan sudah tidak berguna lagi.

Kemudian bertambah lagi penyesalan teringat dimasa lalu orang-orang yang buruk akhlaknya menjadi teman akrab, teman bermaksiat, serta saling tolong menolong dalam keburukan.

Disaat tidak mampu berbuat apapun yang datang hanya penyesalan, andaikan aku tidak menjadikannya teman akrabku sipolan, tentu aku dapat menjadi orang baik.

Firman Allah SWT :

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

Artinya :

“Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).” (QS. Al-Furqan 25:28)

Firman Allah SWT :

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

Artinya :

“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan 25:29)

Sesungguhnya penyesalan itu datang disaat diperlihatkan buku catatan dalam lembaran-lembaran perjalanan semasa hidup setiap hamba-Nya.

Sebelum semuanya terlambat tentunya kita perlu untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, bersegera memohon ampunan Allah SWT, perbaiki diri dengan meningkatkan amal shalih, banyak bersedekah, memperbanyak berbuat kebaikan, dan menjalin silaturahmi.

Sesungguhnya saat lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kejahatan yang dilakukan sekujur tubuhnya. Dan seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rabbnya.

Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦۵)

Artinya :

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan”. (QS Yasin 36:65)

Ibnu Katsier rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, “ Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Suatu kali kami berada di sisi Rasulullah lalu tiba-tiba beliau tertawa, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa yang menyebabkan aku tertawa?” Kami menjawab, “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau bersabda,

مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُولُ يَا رَبِّ أَلَمْ تُجِرْنِي مِنْ الظُّلْمِ قَالَ يَقُولُ بَلَى قَالَ فَيَقُولُ فَإِنِّي لَا أُجِيزُ عَلَى نَفْسِي إِلَّا شَاهِدًا مِنِّي قَالَ فَيَقُولُ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ شُهُودًا

Artinya :

“Aku tertawa karena ada percakapan hamba terhadap Rabbnya, hamba itu berkata, “Wahai Rabbku!

Bukankah engkau akan menjatuhkan hukuman kepadaku lantaran kedzaliman? Allah menjawab, “Ya tentu.”

Rasul melanjutkan sabdanya, lalu hamba itu berkata, “Kalau begitu aku tidak mau diberi sangsi kecuali ada saksi dari diriku sendiri, lalu Allah berfirman, “Cukuplah dirimu pada hari ini menjadi saksi atas dirimu sendiri, dan para Malaikat pencatat juga menjadi saksi.”

Lalu dikuncilah mulutnya kemudian dikatakan kepada anggota-anggota badannya, bicaralah kamu!

Lalu anggota-anggota badan itu menceritakan tentang amal perbuatannya. Kemudian ketika dia dibebaskan dan bisa bicara lagi, ia berkata, “Celakalah kalian, padahal untuk kalianlah aku membela dan membantah.” (HR. Muslim)

Sungguh jadikanlah penyesalan diri menuju ampunan-Nya. Dapatkan ampunan Allah dalam menempuh menuju jannah-Nya.

Jangan lagi menunda-nunda untuk bertaubat, bersegera beramal shalih, manfaatkan sehatmu sebelum sakitmu, bersegeralah beramal diwaktu pagi sebelum petang, manfaatkan hidupmu sebelum datang ajalmu.

Bersegeralah menuju ampunan-Nya, selagi masih ada waktu, kampung akhirat menanti kedatangan kita. Dunia bukan negeri kekekalan, dunia tempat persinggahan dalam mempersiapkan bekal

Jadikan penyesalan diri saat masih ada waktu sebagai motivasi perbaikan diri dalam mendapatkan ampunan-Nya.(Red/06.002)