Kerumunan Pesta Ultah Gubernur Jatim, Rocky Gerung: Khofifah Berupaya Menghindari Hukum

Trustmedia.id, Jawa Timur – Video perayaan ulang tahun Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa viral dan menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, dalam video itu menimbulkan kerumunan.

Pengamat politik Rocky Gerung ikut berpendapat.

Rocky pun kemudian membandingkan soal pernyataan Jokowi.

Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan Khofifah merupakan pembelaan diri.

“Khofifah juga bilang begitu dengan cara yang lain bahwa dia nggak salah. Orang yang membaca itu yang salah, karena membaca secara distortif,” ujar Rocky Gerung, melalui akun YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (23/5/2021).

Menurutnya, apabila Khofifah terdisorsi akan video tersebut, maka memang tidak ada kerumunan ulang tahun.

“Kalau dia terdistorsi berarti memang tidak ada kerumunan, bahwa memang tidak ada ulang tahun bahwa memang tidak ada musik ulang tahun, bahwa memang tidak ada anak yatim di situ,” tutur Rocky, dilansir BeritaHits.

Oleh sebab itu, Rocky mengatakan agar Khofifah melakukan tanggung jawab secara moral dengan minta maaf.

Dia pun membandingkan kasus kerumunan dengan yang dilakukan Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Habib Rizieq menyikapi kerumunannya dengan meminta maaf, membayar denda hingga dituntut hukum,” ujar Rocky.

Sementara Khofifah hanya mengatakan terdistorsi. Hal itu, menurut Rocky sebagai upaya mengindari hukum.

“Kalau diakui, maka dia akan masuk di pengadilan, sama seperti Habib Rizieq,” jelasnya.

Sebelumnya, Khofifah telah mengklarifikasi soal video viral kerumunan pesta ulang tahun.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa. Penjelasan di bawah ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi,” jelas Khofifah.

Dalam klarifikasi tersebut, Khofifah menjelaskan bahwa pada 19 Mei 2021 merupakan acara syukuran tanpa persiapan, sepengetahuan dan persetujuan Khofifah.

Baca juga:  Perang minggu, kendorkan ketegangan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa ada santunan yatim dan salawat Nabi seperti kegiatan lainnya, terdiri dari 10 anak yatim dan dua orang tim selawat dengan enam orang rabana, lalu selesai acara makan dilanjutkan pulang. (*)

FOTO: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Istimewa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here