Hikmah Pagi :
” TERUSLAH MEN-SHARE KEBAIKAN ”
Mungkin ada yang tidak menyangka bahwa setiap kali kita men-share (membagikan) tulisan atau info kebaikan itu bisa bernilai dakwah dan bisa memberikan hidayah kepada orang banyak. Tentunya dengan niat ikhlas semata-mata untuk mencari pahala (ridho Allah SWT).
Tidak mesti jadi ustadz untuk turut serta mengajak orang lain ke jalan Allah. Dengan men-share tulisan atau info sesungguhnya bisa menjadi pahala MLM yang terus mengalir kepada kita selama dibaca orang, bahkan walau kita yang men-share sudah lama meninggal. Pekerjaan yang mudah (tinggal share) tapi menghasilkan keuntungan pahala yang besar.
Rasulullah SAW bersabda :
“Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya” (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi menjelaskan hadits ini,
“Maksudnya adalah baginya pahala sebagaimana pahala yang mengerjakan. Apakah ia menunjukkannya dengan perkataan, lisan, isyarat atau tulisan” (Syarah Shahih Muslim).
Bukannya merasa “sok alim dan sok ustadz” kalau kita men-share. Sebab terkadang terbetik bisikan “kamu juga banyak maksiat, jangan sok alim dan sok suci.” Namun itu karena kecintaan kita kepada kebaikan dan ingin membuat orang lain menjadi baik juga.
Ingatlah perkataan ulama, “Kalau kamu menunggu suci baru berdakwah, maka tidak akan ada yang berdakwah”
Ibnu Hazm berkata,
“Seandainya yang melarang dari dosa itu harus orang yang telah bersih dari dosa tersebut dan yang memerintahkan kebaikan harus orang yang sudah melakukan kebaikan, maka tidak akan ada orang yang mengajak kepada kebaikan dan melarang keburukan, kecuali hanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam” (Akhlaq was Siyar hal. 252-253).
Jadi tetaplah men-share tulisan dan info kebaikan, sehingga engkau terus mendapatkan pahala tanpa henti. Dan kau turut serta berperan menjadikan media sosial (WhatsApp, Twitter, Instagram, Facebook, Youtube, dan lain-lain) menjadi sarana yang didominasi oleh seruan kebaikan dan dakwah daripada dipenuhi oleh seruan yang tidak bermanfaat, bahkan merusak. Wallahu’alam.
Dr. Khairil Fitrah
Salam Berkah Berlimpah












