Buru Harun Masiku, KPK Surati NCB Minta Diterbitkan Red Notice, Penyidik: Ada di Sini

Trustmedia.id, Jakarta – KPK mengaku masih memburu buronan kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI dari PDIP, Harun Masiku.

Dalam hal ini, KPK telah melayangkan surat kepada National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia pada Senin (31/5/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengungkapkan surat yang dikirim ke NCB Interpol Indonesia bertujuan agar diterbitkannya red notice kepada Harun Masiku.

Dia mengklaim, langkah itu menjadi bukti nyata kalau perburuan terhadap Harun Masiku terus dilakukan.

“Sebagai salah satu langkah nyata KPK untuk segera mencari dan menemukan keberadaan DPO atas nama Harun Masiku, KPK telah mengirimkan surat ke NCB Interpol Indonesia, agar dapat diterbitkan red notice,” ujar Ali, Rabu (2/6/2021).

Menurutnya, upaya tersebut juga dilakukan agar sang buronan dapat segera ditemukan, sehingga penyidikan perkara tersebut dapat segera dilakukan.

“Upaya ini dilakukan agar DPO segera ditemukan, sehingga proses penyidikan perkara dengan tersangka HM tersebut dapat segera diselesaikan,” kata Ali, dilansir Suara.com.

Ada di Indonesia

Sebelumnya, melalui chanel YouTube Najwa Shihab, Harun Al-Rasyid membongkar posisi Harun Masiku

Harun yang dijuluki ‘Raja OTT’ itu mengatakan jika buronan KPK Harun Masiku berada di Indonesia.

Awalnya, Najwa Shihab bertanya kepada penyidik KPK mengenai keberadaan Harun Masiku yang sedang dicari-cari.

“Kembali ke tadi, jadi Harun Masiku sebenarnya masih ada di sini? Di sekitar sini?,” tanya Najwa Shihab dalam video, seperti dikutip pada Jumat (28/5/2021) lalu.

Dengan tegas, penyidik KPK menyebut sinyal keberadaan Harun Masiku di Indonesia sudah sangat kuat.

“Ada sinyal itu ada,” tegas Harun Al Rasyid.

Mendengar itu, Najwa langsung memberikan pertanyaan yang menohok.

Baca juga:  Presiden: Hasil TWK Jangan Dijadikan Dasar Berhentikan 75 Pegawai KPK

Dia menyeret nama Ketua KPK, Firli Bahuri, yang seharusnya tahu mengenai keberadaan Harun Masiku, jika penyidiknya saja mengetahui.

“Kalau penyelidiknya tahu, berarti harusnya pimpinan KPK tahu, dong? Ini kan lagi dicari-cari satu Indonesia nih, Harun Masiku,” cecar Najwa.

Penyidik KPK pun menjawab jika dirinya sudah dinonaktifkan, sehingga tidak bisa melaporkan posisi Harun Masiku.

“Saya sudah disuruh menyerahkan tugas dan tanggung jawab. Saya jadi enggak bisa ngelaporin,” tegasnya.

Ia melanjutkan, dua bulan yang lalu telah bergerak begitu menerima informasi mengenai keberadaan Harun Masiku di luar negeri.

Namun saat hendak berangkat menyelidiki, penyidik KPK mengaku dipersulit.

“Saya bergerak sama Sinal. Nah itu ada Harun Masiku, kita identifikasi di luar negeri. Waktu itu kita mau berangkat juga, begitulah bla bla bla. Ya kan. Kira-kira dua bulan lalu, ya,” urainya.

Kini mereka kembali mendapat informasi keberadaan Harun Masiku di Indonesia.

Namun mereka belum sempat bergerak untuk menangkapnya, pimpinan KPK sudah mengeluarkan SK 652, yang membuat mereka harus menyerahkan tanggung jawab.

“Sekarang beliau (Harun Masiku) ada di sini, sudah masuk ke Indonesia. Tapi saya sudah keburu keluar SK 652, suruh menyerahkan tanggung jawab,” ungkap Harun Al-Rasyid.

Najwa pun bertanya apakah Harun Masiku akan ditangkap begitu SK 652 dicabut.

“Jadi kalau SK-nya dicabut bisa langsung ditangkap ya Harun Masiku?”.

“Bisa ditangkap,” tegas penyidik KPK itu memastikan. (*)

FOTO: Harun Masiku (Istimewa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here