Bekasi, Trustmedia.id– Sosok Ketua Perhimpunan Mahasiswa Bekasi, Agha Syahid Aly, adalah seorang aktivis mahasiswa asli Bekasi. Dilahirkan di Lemahabang, Cikarang Utara, Agha Syahid Aly sedang menempuh kuliah di Fakultas Agama Islam, Universitas Islam “45” (Unisma) Bekasi. Keaktifannya mencakup peran di Badan Eksekusi Mahasiswa (BEM) intra kampus dan keanggotaan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa tertua di Indonesia.
Terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Bekasi, Agha Syahid Aly mengemban tanggung jawab sebagai kontrol terhadap pemerintah Kabupaten maupun Kota Bekasi. Dengan keyakinan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan, ia menganggap penting memberikan masukan kepada pemerintah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai mitra kritis pemerintah Bekasi periode 2023-2025, Agha Syahid Aly berkomitmen untuk mengatasi sistem birokrasi yang cenderung oligarkis. Dia menyadari bahwa pemerintahan yang korup dan kurang transparan dapat merugikan masyarakat serta merusak kepercayaan terhadap pemimpin daerah.
Agha juga mencermati permasalahan otonomi daerah yang memunculkan dinasti dan oligarki di birokrasi. Sistem administrasi pemerintah yang lemah dapat mengakibatkan pelayanan masyarakat yang tidak memadai. Menanggapi kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, yang mengikuti open bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Agha berpendapat bahwa situasi ini membutuhkan perhatian Mendagri agar keberlanjutan pemerintahan dapat berjalan dengan baik dan bersih.
Sebagai representasi mahasiswa Bekasi, Agha Syahid Aly berkomitmen untuk meminta Mendagri segera mencopot Dani Ramdan dari jabatan Pj. Bupati Bekasi, menjunjung prinsip pemerintahan yang baik dan bersih untuk kepentingan masyarakat. (RED/30.004/PERWAKILAN/081311663908)












