AGAMA  

KHASIAT AYAT KURSY

KHASIAT AYAT KURSY

Oleh :

Muhamad Zundi Pratama, SH

Banyak kaum muslimin yang belum terbiasa dan memang ada yang belum membiasakan untuk membaca ayat kursy kala menjelang malam dan siang.

Sehingga mudah sekali syaitan mengoda manusia dan tinggal dirumah-rumah mereka. Ketika kita tidak membiasakan membacanya barakah penjagaan dan pemeliharaan dari Allah SWT dengan membaca ayat kursy menjadi hilang.

Padahal banyak hadits-hadits shahih yang menunjukkan masyruiyyah membaca ayat tersebut sebagai penjagaan diri dari syaitan di kala malam dan siang.

Syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad As-Sadhan dalam kutaib-nya Hisnul Waaqi hal. 5, menjelaskan bahwa “Ayat kursy tersebut dibaca pada waktu pagi 1 kali, sore 1 kali ketika akan tidur dan dibaca 1 kali setelah shalat fardhu (shalat lima waktu).”

Banyak khasiat dan manfaat dari membaca ayat kursy untuk penjagaan diri ketika menjelang magrib dan menjelang subuh (menjelang siang), seyogyanya kaum muslimin melaziminya (membacanya) dan tidak melupakannya.

Khasiat Pertama, Orang yang membacanya akan dijaga oleh malaikat pada malam hari. Dari Abu Hurairah Radiayallahu’anhu berkata, “ Rasulullah SAW suatu ketika mewakilkan kepadaku untuk menjaga zakat fitrah, dan datanglah kepadaku Aatin (Nama syaitan), dan dia berusaha untuk mencuri makanan.” Kemudian sampai pada akhir hadits yang berbunyi,”Apabila kalian mendatangi tempat tidur maka bacalah ayat kursy, maka Allah SWT senantiasa akan menjaga kalian sehingga tidak ada syaitan yang mendekat sampai datang waktu subuh”. Dan Nabi SAW pun berkata, “Kamu jangan membenarkannya dan kamu jangan mendustainya, ketahuilah dia itu syaitan.” (HR. Bukhary 2311). Ayat kursy juga dibaca setiap selesai shalat fardhu. Dari Abi Amamah Radiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah  bersabda,”Barangsiapa yang membàca ayat kursy di setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk syurga kecuali kematian.” (HR Nasai, lihat shahih Jami’ 5/933)

Khasiat Kedua, Dapat Mengusir Syaitan dari Rumah (tempat tinggal) dan tempat-tempat tertentu. Dari Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata, “Salah Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan laki-laki dari bangsa jin, kemudian jin itu mengajak bergulat, maka laki-laki dari sahabat Nabi SAW melayaninya. Maka berkatalah laki-laki itu kepada jin, “sungguh aku melihat dirimu peribadi yang lemah dan ringkih” (yaitu yang memiliki badan kurus), Seakan-akan kedua lenganmu seperti lengan anjing, apakah kamu termasuk dari golongan jin? Ataukah kamu salah satu dari mereka? Kemudian Jin berkata, “Tidak! demi Allah, Sesungguhnya aku lebih besar dibandingkan mereka, akan tetapi jika kamu mau bergulat denganku untuk yang kedua dan kamu bisa mengalahkanku, maka aku akan mengajarkan kepadamu sesuatu yang bermanfaat bagimu.  Maka laku-laki itu menjawab “ya.” Kemudian pada gulat yang kedua itu jin pun kalah. Jin berkata, “Bacalah ‘Allahu lailaha illa huwal hayyul qayyum,’ Dan tidaklah kamu membacanya dalam sebuah rumah kecuali syaitan akan lari darinya sampai terkentut-kentut, sebagaimana kentutnya himar, hingga jin itu tidak bisa masuk ke rumah itu sampai subuh Para sahabat bertanya : Siapakah laki-laki tersebut wahai Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud?  Ibnu Mas’ud berkata : “Tidakkah kalian mengetahui, bahwa laki-laki tersebut adalah Umar bin Khathab? (HR. Ad-Darimi dalam Sunan beliau, 2/447-448 dengan sanad yang bagus, dan dikeluarkan juga oleh Al-Baihaky dalam Mukhtashar Dalail An-Nubuwwah, 7/123). Dikeluarkan dari Abi Dunya dari Walid bin Muslim hahwa,”Ada seorang laki-laki Berada didekat sebatang pohon kemudian mendengar suara dari gerak pohon tersebut dan kemudian laki-laki tersebut memanggil-manggil (disangka ada orang), namun ridak ada jawaban, Kemudian laki. laki itu membaca ayat kursy, kemudian

turunlahlah syaitan dari pohon tersebut.

Kemudian orang itu berkata, “Sesungguhnya saya sedangsakir,lahu dengan apakah saya harus berobat? Syaitan itu menjawab:”Berobatlah dengan sesuatu yang menjadikan aku turun dari pohon ini (yaitu ayat kursi)(Dinukil dari kitab Al-Marjan Imam Suyuthi hal, 150).

Maka lihatlah alangkah bodohnya orang tersebut meminta kepada syaitan untuk menyembuhkan penyakitnya. Dan syaitanpun menyihirnya sehingga orang tersebut bisa sembuh, inilah ruqyah yang tidak benar yang dilakukan orang tersebut dengan cara meminta bantuan dari bangsa jin.

Walhasil,betapa besar khasiat ayatul kursi bagi keseharian kita, tak layak bagi kita meninggalkan ayat tersebut dalam dzikir-dzikir yang kita baca. Mudah- mudahan Allah  senantiasa menjaga dan memelihara kita dari tipu daya syaitan yang mengepung aktifitas keseharian kita.

Wallahu alam bisshowwab

Referensi:

Al-Qur’an Al-Karim. Hisnul Waqi, Dr. Abdullah bin Muhammad As-Sadhan hal.5 .Al-Marjan,Imam Suyuthi hal. 150. Al-Baihaky dalam Mukhtashar Dalail An-Nubuwwah, 7/123. Shahih Jami’ 5/933. (Red)