Vindo Datuk So : HGN Bukan Sekedar Agenda Seremonial Menjadi Peringatan Keras Untuk Para SPPG  Yang Tidak Sesuai SOP!!

Vindo Datuk So : HGN Bukan Sekedar Agenda Seremonial Menjadi Peringatan Keras Untuk Para SPPG  Yang Tidak Sesuai SOP!!

Vindo Datuk So : HGN Bukan Sekedar Agenda Seremonial Menjadi Peringatan Keras Untuk Para SPPG  Yang Tidak Sesuai SOP!!

Metro, Trustmedia.id – Disetiap tanggal 25 Januari Indonesia telah memperingati Hari Gizi Nasional, Hari Gizi Nasional sendiri didirikan oleh “Prof. Poorwo Soedarmo” pada tanggal 25 Januari tahun 1951 tujuannya adalah untuk memperingati berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan atau yang biasa disebut (SJPM) yang menandai dimulainya pendidikan tenaga gizi di Indonesia dan kini Hari Gizi Nasional dapat menjadi peringatan keras untuk para SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Senin (26/01/2026)

Kepada media ini Vindo Datuk So atau yang akrab disapa Vindo salah satu Pengurus Organisasi Media yang ada di Lampung Mengatakan ,bahwa hari Gizi nasional bukan lah hanya sekedar ucapan atau sekedar memperingati saja namun Hari Gizi Nasional kini dapat menjadi peringatan keras untuk para SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tidak sesuai SOP

“Hari Gizi Nasional ini didirikan oleh Prof. Poorwo Soedarmo pada tanggal 25 Januari tahun 1951 tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat serta pemerintah akan pentingnya gizi seimbang demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, nah ini lah saat nya Hari Gizi Nasional dapat menjadi peringatan keras untuk SPPG atau dapur MBG yang ada di indonesia”. Ucap Vindo

Masih dikatakan Vindo, Hari Gizi Nasional (HGN) tantu dapat menjadi sinyal keras atau peringatan keras sekaligus momentum evaluasi krusial bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh pemerintah

” Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) yang rutin diadakan, seperti HGN ke-66 pada tahun ini tepat pada tanggal 25 Januari tahun 2026, jangan jadikan agenda ini hanya sekedar agenda seremonial, melainkan dapat menjadi sarana evaluasi kebijakan, penguatan edukasi publik, dan dorongan aksi nyata dalam pemenuhan gizi seimbang” . Tambahnya

“Hari Gizi Nasional ini lah kita dapat menjadikan momen atau evaluasi dan keamanan makanan, untuk meninjau ulang banyaknya temuan kasus makanan basi atau keracunan dalam pelaksanaan MBG, serta mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan standar keamanan pangan ” . Tegasnya Vindo

Lanjutnya Vindo dirinya menerangkan bahwa Hari Gizi Nasional ini dapat menjadi pengingat agar program MBG tidak sekadar menjadi program yang mengenyangkan saja tetapi benar-benar memenuhi gizi seimbang (menu seimbang) agar generasi mendatang tidak menanggung beban kesehatan (penyakit kronis) akibat kesalahan pengelolaan gizi saat ini.

“Hari Gizi Nasional ini dapat menjadi pengingat kita semua bahwa program MBG tidak sekedar menjadi program yang mengenyangkan saja,tetapi dapat memenuhi gizi seimbang (menu seimbang) untuk para penerima MBG,ini program bapak presiden yang bagus jangan di jadikan ajang azas manfaat untuk Bancakan korupsi “. terangnya

Diketahui bahwa di Hari Gizi Nasional ini menekankan pentingnya keterlibatan ahli gizi dalam penyusunan menu agar MBG benar-benar memberikan gizi optimal, bukan sekedar bagi-bagi makanan. dan Hari Gizi Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi agar program MBG berjalan efektif dan berkelanjutan, bukan hanya berorientasi bisnis .

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *