Sultan Keratuan Semaka Pangeran Abu Sahlan : Pelestarian Budaya Lampung Pesisir Tanggamus Tempoe Dulu Perlu Dijaga Agar Tidak Punah

0
138

Bandar Negeri Semuong, Trustmedia.id– Perayaan hari jadinya ke 9 Musium Keratuan Semaka mengambil tema pelestarian acara adat Lampung semacam pengembangan budaya budaya lokal yang hampir punah diantaranya acara Ngebarai Bubandung Ngias dan segata.acara dilaksanakan dipekon Sanggi Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Rabu (24/5/23) kemarin.

Pelestarian adat istiadat daerah kratuan Semaka Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung semacam tari tarian dan acara Ngebarai, Bubandung, Ngias dan segata harus kita jaga dan dilestarikan buat warisan para kaum milinial agar mereka tidak melupakan sejarah karena sesuai dengan ucapan Putra Sang Fajar Presiden RI Pertama Ir Soekarno “Jas Merah Jangan Di Lupakan”.

Sultan Keratuan Semaka Pangeran Abu Sahlan kabupaten Tanggamus menjelaskan bahwa adat istiadat dan acara adat hampir punah,tapi kita yang masih ada sekarang ini harus dapat menjaga kelestariannya dengan Mengkader para kaum muda untuk belajar dan belajar acara tradisi yang selalu dibawa setiap ada perhelatan acara adat diantara tari-tarian,Ngebarai, Bubandung,dan Ngias serta segata.

“Maka dengan memperingati hari jadinya ke 9 Musium Keratuan Semaka diadakan lomba acara tari-tarian Lampung,dan permainan bujang gadis seperti Ngebarai, Bubandung dan Ngias serta segata.jadi secara tidak langsung para muda mudi atau dengan istilah bahasa Lampungnya muli mekhanai selalu melakukan kegiatan itu secara bergantian dan dilaksanakan pengkaderan bagi adek adeknya,untuk dilatih agar mereka juga bisa terus menerus melestarikannya secara turun menurun,”Ucap Pun Sahlan sapaan Akrabnya.

“Selain itu dirinya juga selalu rajin mengumpulkan benda benda kuno yang berasal dari daerahnya seperti alat perang jaman dulu senjata tajam diantaranya tombak, baju dan juga peralatan dapur para leluhur kita dulu semacam piring, gelas dan talang hingga lampu hias dirumah para leluhur kita zaman dulu.karena siapa lagi kalau tidak kita yang rajin mengumpulkannya barang barang kuno tersebut, karena kita selaku pewaris dan penerus para orang tua kita dulu dan leluhur kita,”ungkapnya ketika dimintai statement disela acara hari jadinya yang ke 9.Musium Kratuan Semaka.(Red-Subhan).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini