POLDA BANTEN UNGKAP MAFIA MIGOR CURAH YANG DIKEMAS JADI MIGOR PREMIUM

0
324

POLDA BANTEN UNGKAP MAFIA MIGOR CURAH YANG DIKEMAS JADI MIGOR PREMIUM

Banten – Trustmedia.id

Jajaran Kepolisian Daerah Banten menyikapi Pengaduan Masyarakat yang menemukan adanya indikasi kecurangan dalam pendistribusian minyak goreng curah yang dikemas dalam plastik berhadiah sabun cuci merek Total sebagai promo untuk menarik minat beli masyarakat lain terhadap produk minyak goreng yang sudah dikemas dalam botol isi 1 liter dengan merk LABAN, seharga Rp20.000, dimana terlihat karakter minyak d alam kemasan LABAN memiliki kesamaan warna dengan minyak goreng yang ada di dalam plastik. ( 30/03/2022.)

Kapolda Banten Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto , sebagaimana disampaikan Kabid Humas Kombes Pol Shinto Silitonga ,
Memerintahkan kepada fungsi Reskrim tingkat Polda dan Polres jajaran untuk melakukan tindakan tegas terhadap mafia dan spekulan yang menimbun bahan pangan pokok penting sehingga akibatkan kelangkaan dan peningkatan harga jual, Ditreskrimsus Polda Banten telah melakukan penindakan terhadap mafia minyak goreng curah yang mengemas ulang minyak goreng curah menjadi minyak goreng .


Hal ini dimasudkan agar Pengungkapan mafia minyak goreng curah dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Banten pada hari Senin (28/03) sekitar pukul 15.00 Wib di sebuah gudang milik CV. JONGJING PRATAMA di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang , ujar Kapolda .

Sebagaimana diketahui bahwa
Badan usaha tersebut benar memiliki Nomor Induk Berusaha Perdagangan Besar komoditi minyak nabati dan hewani, namun melakukan pengemasan ulang minyak goreng curah seolah-olah produsen atau pabrikan penghasil minyak goreng kemasan tanpa dilengkapi ijin usaha industri .
Dugaan lainnya ,terindikasi minyak goreng curah yang seharusnya langsung didistribusikan kepada masyarakat kemudian dikemas ulang oleh manajemen badan usaha tersebut untuk meningkatkan harga jualnya, dari Rp14.000 sesuai ketentuan dalam Permendag No. 11 Tahun 2022 tentang HET Migor Curah menjadi Rp20.000, sehingga terdapat peningkatan ekonomis senilai Rp6.000 per liter minyak goreng tersebut.

Temuan tersebut didapat penyidik ketika menemukan fakta bahwa badan usaha tersebut tidak memilikin ijin edar dan pengajuan SNI bahkan menggunakan minyak goreng curah produksi badan usaha lain untuk diajukan dalam pengujian laboratorium dan logo halal yang ada di dalam kemasan diketahui tidak memiliki sertifikat halal yang sebenarnya dipersyaratkan

Dalam label kemasan disebutkan seolah-olah produk migor LABAN mengandung vitamin A yang faktanya ternyata tidak sesuai dengan label kemasan , ungkapnya

Temuan lain yang disampaikan , badan usaha tersebut bukan merupakan bagian dari rantai ekonomi dalam peredaran minyak goreng curah, sehingga tidak memiliki waktu dan jalur distribusi lanjutan minyak goreng yang jelas.

Dari hasil temun tersebut dan setelah dilakukan Penyelidikan serta Pasca pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Banten terhadap 10 orang saksi baik karyawan maupun pemasok kemasan botol minyak goreng, penyidik telah melakukan gelar perkara pada Selasa (29/03) dan meningkatkan status tersangka terhadap AR (28) selaku Direktur CV. JONGJING PRATAMA, yang mengoperasionalkan pengemasan ulang minyak goreng curah di TKP.

Adapun barang bukti yang berhasil disita oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Banten dalam perkara ini adalah :
a. 1.300 botol minyak goreng dengan merk LABAN, berisi total 1.300 liter minyak goreng
b. 100 plastik promo minyak goreng curah yang dilengkapi dengan sabun detergen merk Total
c. 530 bal botol kosong ukuran 1 liter, masing-masing bal berisi 60 botol
d. 3 plastik besar tutup botol warna kuning
e. 1 unit kendaraan L300 merk Colt Diesel, No. Pol BE-9405-NO
f. 1 unit mesin pengisi minyak goreng curah ;
g. 1 unit mesin press;
h. 1 pack lembar label LABAN
i. 1 unit timbangan digital
j. 3 unit toren ukuran 5.100 liter merek Penguin
k. 3 unit mesin pompa

Atas perbuatannya tersebut, AR dijerat dengan persangkaan :
a. Pasal 107 jo Pasal 29 ayat (1) UU No. 7 Tahun 2014 tetang Perdagangan dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara dan atau denda Rp50 milyar
b. Pasal 142 jo Pasal 91 ayat (1) dan Pasal 144 jo Pasal 100 ayat (2) UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan
c. Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) hurud d UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Kepada Tersangka dikenakan pasal berlapis dikenakan terhadap tersangka AR merupakan komitmen Polda Banten untuk memberi efek jera dan efek deterrence kepada pelaku usaha untuk tidak memanfaatkan situasi apalagi jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H untuk mencari keuntungan ekonomis yang sebesar-besarnya dengan mengorbankan kepentingan masyarakat , tegas Kapolda Banten .

Menurut Penjelasan Jajaran Kepolisian Polda Banten yang disampaikan Kabid Humas Kombes Pol Shinto Silitonga , jumlah tersangka dapat saja berkembang seiring dengan temuan fakta-fakta hukum lanjutan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Banten .

Red/ rls Humas Polda Banten

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini