Pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Nias Barat Tahun 2024

0
23

Nias Barat, Trustmedia.id– (10/06/2024)Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Nias Barat, Silvester Daeli, SH., mewakili Bupati Nias Barat menghadiri Pelaksanaan Rapat Koordinasi Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Nias Barat dalam upaya percepatan penurunan stunting Tahun 2024 yang dilaksanakan di Hall Tokosa Onolimbu, Kamis (13/6/2024).

Pada Kesempatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Nias Barat, Silvester Daeli, SH., mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten adalah mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten Nias Barat.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pada tahun 2024, target prevalensi stunting secara nasional adalam 14% sedangkan pada tahun 2030 sesuai target SDGs, angka prevalensi stunting menjadi 0%.

“Untuk mencapai target 14% di tahun 2024, diperlukan upaya yang maksimal dan membutuhkan butuh komitmen seluruh stakeholders untuk menempatkan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan, dan memastikan semua program terus berjalan dengan baik”, ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada perangkat daerah terkait agar secara konsisten melakukan pemantauan dan evaluasi percepatan penurunan stunting secara menyeluruh dan jika ditemukan isu yang dapat menghambat percepatan target, agar segera diatasi.

“Harus didukung dengan sumber daya yang mencukupi, sehingga setiap intervensi yang diperlukan, dipastikan hingga ke tingkat keluarga yang di kategorikan rawan stunting”, ujarnya

Ditempat yang sama Kadis Kesehatan Kabupaten Nias Barat, Azwardin Laia SKM, M.Kes ajak Camat, Kepala Desa dan seluruh stakekholder untuk berkolaborasi mensukseskan program pemerintah dalam hal upaya percepatan penurunan angka stunting di Wilayah Nias Barat.

Sebagai salah satu upaya dalam pengentasan stunting, pemberian makanan tambahan merupakan program yang bersifat stimulan kepada masyarakat. Oleh karena itu, program didesa juga, diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam hal pertumbuhan ekonomi, sebab anggaran pemerintah pasti terbatas.

Azwar Laia, juga mengharapkan bahwa program pemberian makanan tambahan ini bahan dasarnya berasal dari lokal. Supaya masyarakat mengetahui dan memiliki pengetahuan tentang cara menyiapkan makanan bergizi tinggi yang tidak mesti mahal atau harus makanan impor.

“Sumber-sumber bahan dasar makanan dari daerah, malah itu yang menjadi potensi dalam hal memberikan dan mensuplai kandungan gizi tinggi kepada masyarakat,” Ungkap Azwar.

Dinas kesehatan dalam hal ini juga telah ambil bagian dan menginstruksikan kepada puskesmas-puskesmas Se-Kabupaten Nias Barat supaya memberikan sosialisasi kepada para kader di desa untuk menyajikan makanan tambahan yang memiliki gizi tinggi hingga program ini selesai nantinya.

Pelaksanaan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten ini dihadiri mewakili Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala UPT Puskesmas, Pengurus TP PKK Kabupaten Nias Barat dan Kepala Desa di wilayah Kabupaten Nias Barat. (012.2024.red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini