AGAMA  

Mimbar Jum’at

Mimbar Jum’at

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيم

REZEKI DAN KEMATIAN

Sabarudin daeli. SE. SH.

▪️ *Al-Imam Ibnul Qayyim* rahimahullah berkata,

▪️ *Fokuslah untuk memikirkan apa yang *diperintahkan* kepadamu. Jangan sibuk memikirkan apa yang sudah dijamin bagimu. Sesungguhnya *rezeki dan ajal adalah dua kepastian yang beriringan*. Selama ajal belum tiba, rezeki akan terus ada.

▪️ *Apabila Allah dengan hikmah-Nya *menutup satu jalan rezeki* untukmu, Allah akan buka *jalan lain* yang lebih bermanfaat dengan rahmat-Nya.

▪️Renungkanlah keadaan *janin*. Makanannya datang dari satu jalan, yaitu *tali pusar*. Ketika dia sudah lahir, hilanglah jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka *dua jalan rezeki* lain yang lebih baik dan lezat untuknya, yaitu ASI yang mengenyangkan.

▪️ Apabila selesai masa *persusuannya*, hilanglah dua jalan rezekinya. Akan tetapi, Allah buka *empat jalan rezeki* yang lebih sempurna, yaitu *dua makanan dan dua minuman*.

▪️ *Dua makanan* itu adalah hewan dan tumbuhan. Adapun *dua minuman* itu adalah air dan susu, serta minuman lezat dan bermanfaat lain yang tergolong di dalamnya.

▪️ Apabila dia *meninggal*, selesailah empat jalan rezekinya. Akan tetapi, jika dia termasuk orang yang *berbahagia di akhirat*, Allah subhanahu wa ta’ala akan buka *delapan jalan rezeki* untuknya, yaitu *delapan pintu surga* yang bisa dia masuki dari mana pun.

▪️ Demikianlah, tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala halangi seorang mukmin untuk mendapatkan suatu kenikmatan dunia, melainkan untuk memberi sesuatu yang lebih mulia dan bermanfaat untuknya.

▪️ Hal ini tidak Allah berikan kepada selain orang mukmin.

فَإِنَّهُ يمنعهُ الْحَظ الْأَدْنَى الخسيس، وَلَا يرضى لَهُ بِه،ِ ليعطيَه الْحَظ الْأَعْلَى النفيس.

▪️ Allah menghalangi dan tidak ridha hamba-Nya mendapat sesuatu yang rendah dan hina, dalam rangka untuk memberinya sesuatu yang lebih tinggi dan berharga.

▪️ Seorang hamba, karena kebodohannya akan maslahat dirinya; kemuliaan, hikmah dan kelembutan-Nya; dia tidak tahu perbandingan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dengan sesuatu yang disimpan untuknya.

▪️ Bahkan, dia lebih senang dengan kenikmatan yang *bersifat segera meskipun rendah*. Dia tidak berhasrat terhadap kenikmatan yang *bersifat ditunda meskipun lebih tinggi nilainya*.

▪️ Kalau seorang hamba mau jujur kepada Rabb-Nya–betapa jauh akan hal itu–, niscaya dia akan mengetahui bahwa karunia Allah kepadanya dengan menghalanginya mendapat kelezatan dunia, lebih besar dari karunia-Nya dengan dunia yang diberikan kepadanya.

▪️ Tidaklah Allah menghalangi suatu pemberian kepada hamba melainkan untuk *memberikan yang lebih baik baginya.*

▪️ Tidaklah Allah memberi *ujian* untuknya melainkan untuk *menyelamatkan dan membersihkan dirinya.*

▪️ Tidaklah Allah *mematikannya* melainkan untuk memberi *kehidupan yang lebih baik untuknya.*

▪️ Tidaklah Allah mengantarkan dia ke negeri *akhirat* melainkan agar dia bersiap-siap untuk mendatanginya dan menempuh jalan ke sana.

جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

_”Allah jadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa pun yang hendak mengingat dan bersyukur kepada-Nya.”_
(Al-Furqan: 62)

وَأبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُوراً

_”Tidaklah orang-orang zalim mau memilih selain kekafiran.”_
*(Al-Isra’: 99)*

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan
*( Al Fawaid hal 79 – 80)*
Semoga bermanfaat