Forda Minta Kejari Bekasi Periksa Dirus PDAM Tirta Bhagasasi

Kabupaten Bekasi, Trustmedia.id — Pemerintah menjamin kalangan swasta bisa berpartisipasi dalam pengusahaan sistem penyediaan air minum atau SPAM kendati keterlibatan swasta diatur secara ketat oleh Undang-undang dan Peraturan Pemerintah demi kepentingan masyarakat mendapatkan Air Minum.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi yang dimiliki Dua pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi membuka ruang investasi untuk pelaksanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 tahun 2015 tentang penyediaan Air Minum, Direktur Usaha (Dirus) PDAM Tirta Bhagasasi Maman Sudarman yang sudah menjabat dua (2) periode telah membangun kerjasama dengan beberapa perusahaan swasta guna terpenuhinya kebutuhan Air bersih di Kabupaten maupun Kota Bekasi.

Forum Organisasi Daerah (Forda) Bekasi melalui koordinator investigasi Ari Wijaya mengatakan kepada Awak Media Selasa (15/11/2022) bahwa investasi yang dilakukan oleh pihak swasta harus diawasi dengan ketat sesuai dengan UU SDA dan PP yang berlaku di Republik ini.

“Penyelenggaraan SPAM yang dilaksanakan PDAM Tirta Bhagasasi bisa berkerjasama dengan pihak swasta jika PDAM itu tidak mampu menyediakan Air bersih kepada masyarakat, dimana Dirus (Maman Sudarman-red) telah membuka beberapa kerjasama investasi, berarti PDAM Tirta Bhagasasi yang dipimpin selama ini tidak bisa memberikan kebutuhan Air minum kepada masyarakat Bekasi,” ujar Ari Wijaya.

Menurut Informasi ada beberapa Pihak ketiga PDAM Tirta Bhagasasi yang berkerjasama, dari semua kerjasama tersebut diduga Direktur Usaha (Maman Sudarman -red) telah melakukan pelanggaran PP Nomor 122 tahun 2015, disamping itu dari Investasi tersebut tidak mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) malah berhutang kepada Pemerintah Kota Bekasi.

“Adanya beberapa investasi yang kami anggap bertentangan dengan UU dan PP dimana Dirus (Maman Sudarman -red) selaku direksi telah membuka terlalu banyak investasi, namun tidak sanggup membayar PAD dari tahun 2018 hingga mencapai 14 Milliar kepada Pemkot Bekasi, malah informasi yang kami dapat bahwa selama ini PDAM Tirta Bhagasasi memiliki Hutang yang cukup besar melebihi Omset keuntungan yang diterima,” kata Dia.

Baca juga:  Peduli Antar Sesama Organisasi, Aliansi Ormas Jenguk Yang Sedang Sakit

Selain Itu Ari Wijaya juga meminta kepada penegak Hukum kejaksaan harus turun tangan memeriksa Dirus (Maman Sudarman-red) karena ada dugaan terjadi Praktek gratifikasi melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

“Kami mendorong kejaksaan negeri Bekasi harus memeriksa Dirus (Maman Sudarman -red) dengan dugaan gratifikasi di beberapa investasi SPAM di bekasi, besar dugaan kami ada Fee yang diterima Dirus dalam memuluskan perusahaan swasta dalam membangun SPAM di Bekasi,” jelas Ari Wijaya. (RED/30.004)

#trustmedia #redaksitrustmedia #perwakilantrustmedia #kontributortrustmedia #setpres #setneg #setkab #PDAMTirtaBhagasasi #BUMDKabupatenBekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here