AKHLAQ ORANG YANG BERPUASA By. Sabarudin.

0
184

AKHLAQ ORANG YANG BERPUASA
By. Sabarudin.

Banfar lampung trust media.id

Firman Allah SWT :

Allâh Subhana WaTaala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al-Baqarah 2:183)

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan tarbiah, bulan mengajarkan akhlak yang mulia. Di bulan yang mulia tersebut kita dididik untuk tidak melakukan perbuatan tercela seperti dusta dan banyak mencela.

Hamba-hamba yang menjaga puasanya do’anya Allah kabulkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ : وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Artinya :
“Ada tiga golongan manusia yang do’anya tidak akan ditolak, yakni orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi, Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman, ‘Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta.’” (H.R. Tirmidzi, nomor 3598)

Bulan Ramadan sarat dengan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan Rasulullah SAW di dalamnya, tidak hanya nilai itu secara khusus, kedatangan Ramadan disambut seluruh umat Muslim dengan berpuasa dengan memberikan pemantapan soal budi pekerti yang luhur atau yang dalam Islam dikenal dengan istilah akhlak.

Dalam hadits,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya :
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Firman Allah SWT :

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Artinya :
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al-Humazah: 1).

Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

Artinya :
“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 2505)

Puasa itu mengajarkan kepada umat akhlak yang mulia, jagalah puasa. Jangan sampai puasa kita jadi sia-sia karena sikap atau tingkah laku yang salah dengan menjelekan orang lain.

Sesungguhnya Islam mengajarkan kita akhlak yang mulia. Dari Abu Ad-Darda’, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ شَىْءٍ أَثْقَلُ فِى الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ

Artinya :
“Tidaklah sesuatu yang lebih berat di timbangan selain akhlak yang mulia.” (HR. Abu Daud no. 4799 dan Tirmidzi no. 2003.)

Sesungguhnya wahai orang yang beriman, hamba-hamba yang mendapat petunjuk dan hidayah-Nya, untuk mentaati Rabb yang Rahman dan Rohiem, yang dinamakan orang puasa itu adalah orang yang mempuasakan seluruh anggota badannya dari dosa.

Yaitu orang-orang yang mampu mempuasakan lisannya dari perkataan dusta, kotor dan keji, mempuasakan lisannya dari syahwatnya, mempuasakan perutnya dari makan dan minum dan mempuasakan kemaluannya dari jima’.

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan ancaman yang keras terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tercela ini.

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالْعَطَشُ

Artinya :
“Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata)” (HR Ibnu Majah, Darimi)

Puasa yang demikian adalah karena orang-orang yang melakukan hal tersebut belum memahami hakekat puasa yang Allah perintahkan atasnya, sehingga Allah memberikan ketetapan atas perbuatan tersebut dengan tidak memberikan pahala kepadanya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الصِّيَامِ مِنَ الْأَكْلِ الشَّرَابِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ الّغْوِ وَالرَّفَتِ، فَإِنْ شَابَكَ أِحَدٌ أَوْ جَهَلَ عَلَيْكَ فَقُلْ : إِنّي صَا ئِمٌ، إِنِّي صَاءِمٌ

Artinya :
“Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa ” (HR Ibnu Khuzaimah 1996, Al-Hakim 1/430-431)

Apabila sedang berpuasa, berbicara dengan perkataan yang baik, yang tidak merusak puasa, hingga jadilah perkataannya santun dan amalannya shalih. Inilah puasa yang disyari’atkan Allah, bukan hanya tidak makan dan minum semata serta tidak menunaikan syahwat.

SEMOGA BEBERMANFAAT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini