Di duga Pamong Desa Nampirejo kondisikan dan paksa warga untuk belanja di E warung abal abal
Batanghari .Trustmedia.id
Pemanfaatan Bantuan Langsung Tunai (BLT ) di Desa Nampirejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur menimbulkan Pro dan Kontra ,pasalnya setelah warga mencairkan Dana bantuan di Kantor Pos sebesar Rp. 600.000 ,warga harus belanja di warung yang sudah di siapkan oleh pamong Desa,selasa 1 maret 2022.

Warga langsung di paksa atau di arahkan oleh aparat pamong untuk belanja di E warung Desa setempat yang notabenya E warung tersebut di duga warung dadakan ( warung Abal Abal ) .dan tidak mengantongi izin.

Menurut salah satu pamong bahwa membenarkan di Desa Nampirejo khususnya memang sudah di kondisikan setelah warga mencairkan bantuan dari kantor Pos warga agar belanja di warung yang sudah di siapkan agar warga tertib dan sesuai dengan tujuannya bahwa uang tersebut untuk belanja sembako dan bila tidak di koordinir saya yakin seperti desa yang lainya pasti warga tidak belanja sembako dan kemungkinan warga akan belanja barang yang lain dan itu tidak tepat sasaran ujar pamong pada wartawan Trustmedia.id .

Sementara hasil pantauan wartawan Trustmedia.id bahwa memang benar bahwa setelah mencairkan dana sebesar Rp. 600.000 dari kantor Pos warga di giring atau di arahkan untuk kembali ke
Desa agar belanja di warung yang sudah di siapkan oleh aparat pamong Desa.

Kondisi seperti yang terjadi di Desa Nampirejo tidak seperti Desa yang lain warga bebas mau belanja ke warung mana saja tidak ada paksaan yang penting uang tersebut ubtuk belanja sembako, ujar salah satu warga.

Terpampang juga slogan bahwa warga bebas belanja di warung mana saja tidak ada paksaan.
Sebelumnya telah di beritakan DIDUGA OKNUM KADES Nampirejo bermain penyaluran BPNT, Warga kecewa
Warga Masyarakat Nampirejo kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur sangat kecewa adanya Oknum Kepala Desa atau aparat Desa . Yang mengkoordinir Bantuan Pemerintah Non Tunai ( BPNT ). di Desa Nampirejo perwarga sebesar Rp 600 ribu untuk 3 bulan . ternyata di kondisikan dan diterimakan dalam bentuk sembako sementara uang yang di ambil dari kantor pos berbentuk uang tunai .senin 28 februari 2022.
Menurut makmur salah satu warga di desa Banarjoyo kecamatan Batanghari hampir semua warga penerima BPNT merasa kecewa ,setelah warga mengantri dalam pengambilan bantuan tersebut berjam jam di Kantor POS , tetapi setelah uangnya diterima , penerima di kumpulkan melalui oknum kades guna di belanjakan secara kolektip melalui distributor, jelasnya pada wartawan Trustmedia.id .
Sedangkan berdasarkan informasi yang berkembang bahwa penyaluran bantuan BPNT yang di kelola secara kolektip menimbulkan pro dan kotra dan di duga banyak lika liku sehingga banyak keuangan yang menguap dan tidak bisa di pertanggung jawabkan, tuturnya
Makmur berharap agar pemerintah untuk segera mengambil tindakan dan para oknum oknum tersebut untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku .
Selanjutnya beberapa penerima minta pada Dinas terkait untuk segera melakukan peninjauan dan penindakan, atas dugaan penyimpangan dalam penyaluran BPNT .
Terpisah, Ketua Komite Nawacita Saburai Aliman oemar, turut memberikan perhatian terhadap kisruh tersebut dan sambil berseloroh mengatakan ” Duit itu seperti gula, banyak semut mendatangi.
Ketika didesak wartawan, dengan sangat tegas ia mengatakan selalu timbul modus modus baru, setiap ada bantuan pemerintah.
” Saya tidak dapat memprediksi akibatnya, bila semua penerima mengembalikan bantuan Pemerintah tersebut.
” Ada bantuan, tapi ko diatur berlebihan ” . Jika memang ada dugaan Oknum memanfaatkan dan mencari keuntungan, Dinas PMD dan Inspektorat sebaiknya turun langsung menyelesaikan masalah tersebut.
Nggak perlu sampai ke Bapak Bupati lah yang turun tangan, ujarnya mengakhiri pendapatnya.
Red/tim












