Gedung Gapoktan Desa Toto Mulyo mangkrak di duga uang ratusan juta di pinjam oknum anggota DPRD Lamtim

Gedung Gapoktan Desa Toto Mulyo mangkrak di duga uang ratusan juta di pinjam oknum anggota DPRD Lamtim

Gedung Gapoktan Desa Toto Mulyo mangkrak di duga uang ratusan juta di pinjam oknum anggota DPRD Lamtim

Lampung Timur Trustmedia.id

Oknum Anggota DPRD Lampung timur yang Dituding Kuasai Dana Permodalan Gapoktan sebesar ratusan juta sehingga gudang mangkrak .

Penelusuran tim investigatsi awak media terhadap mangkraknya bangunan gudang gabah di Desa Toto Mulyo, Kecamatan Way Bungur, mengarah pada dua figur kunci: Narto, Ketua Gapoktan, dan P. oknum anggota DPRD Lampung Timur dari Partai Gerindra yang juga diketahui menjabat sebagai Sekretaris Gapoktan, baik pada saat pinjaman terjadi hingga saat ini.

NARTO ( Ketua Gapoktan ) Desa Toto mulyo

‎Narto selaku ketua Gapoktan menjelaskan bahwa penyebab utama fasilitas pertanian itu tidak berfungsi adalah karena dana permodalan yang seharusnya digunakan menjalankan usaha namun dana yang besaran mencapai ratusan juta telah dipinjam oleh P.

‎ “Permodalan gudang itu memang ada pada Pak P. Itu sudah saya jelaskan kepada semua kelompok tani. Karena uangnya dipinjam, kami tidak bisa menjalankan gudang. Makanya bangunan itu mangkrak, (25/10/2025)” kata Narto.


‎Saat dimintai klarifikasi, P selaku Dewan dari Fraksi Gerindra Lampung Timur memberikan keterangan berbeda, menyatakan pinjaman tersebut bukan dana permodalan Gapoktan.

‎ “Itu bukan dana permodalan. Itu pinjaman pribadi antara saya dan Narto, sehingga yang jelas saya pinjam uang pribadi, 31 Oktober 2025 dan di kenakan bunga 3 persen , ujar P Anggota Dewan Lampung Timur, saat di klarifikasi oleh awak media dan di benarkan oleh AZOHIRI saat oknum tersebut bertandang ke rumahnya. Selasa 18 Nopember 2025.

‎Sedangkan Narto selaku ketua Gapoktan menegaskan dengan gamblang bahwa pinjaman terjadi sebelum P menjadi anggota DPRD, dan terdapat bukti kwitansi.

‎ “Kwitansinya ada, buktinya ada. Tapi saya tidak mau tunjukkan sekarang. Nanti saja kalau bertemu bersama P Dewan,” ujarnya.

Saat dimintai klarifikasi, P selaku Dewan dari Fraksi Gerindra Lampung Timur memberikan keterangan berbeda, menyatakan pinjaman tersebut bukan dana permodalan Gapoktan.

‎ “Itu bukan dana permodalan. Itu pinjaman pribadi antara saya dan Narto, sehingga yang jelas saya pinjam uang pribadi, 31 Oktober 2025 dan di kenakan bunga 3 persen , ujar P Anggota Dewan Lampung Timur, saat di klarifikasi oleh awak media dan di benarkan oleh AZOHIRI saat oknum tersebut bertandang ke rumahnya. Selasa 18 Nopember 2025.

‎“Kasus ini bukan perkara kecil. Jika benar dana bantuan pemerintah dipinjam oleh pengurus gapoktan yang kemudian menjadi anggota dewan, apalagi menyebabkan fasilitas negara mangkrak, maka harus ada audit dan penegakan hukum. Tidak boleh ada perlakuan khusus hanya karena yang terlibat adalah pejabat, Jumat (21/11/2025)” tegas Robenson.

Perbedaan keterangan ini memunculkan tanda tanya besar, terlebih mengingat posisi P Anggota Dewan dar Gerindra ini sebagai sekretaris Gapoktan yang mempunyai akses dan pengaruh dalam pengelolaan internal kelompok tani.

‎Di sisi lain, bangunan gudang gabah yang dibangun dari dana pemerintah kini mangkrak total, menambah kecurigaan publik atas alur penggunaan dana bantuan tersebut.

‎Ia menambahkan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti kasus ini ke aparat penegak hukum bila diperlukan.

‎ “Kami dari Bara JP akan mengawal persoalan ini. Jika ada indikasi penyalahgunaan kewenangan atau penyelewengan dana bantuan, kami akan resmi melaporkan kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya. ( Red/ Dam )